Puncak Becici: Harmoni Pinus, Senja, dan Sejarah di Dlingo

Lokasi Camping di Puncak Becici
Sumber :
  • Dok Pariwisata Bantul

VIVA Jogja - Sebuah kawasan hutan pinus yang kini menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Yogyakarta, Puncak Becici, letaknya di Dusun Gunungcilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. Perjalanan menuju lokasi ini bisa ditempuh melalui dua jalur. Dari pertigaan Pathuk di Jalan Jogja–Wonosari, pengunjung dapat bergerak ke arah selatan sejauh 8 kilometer. Alternatif lain adalah melewati Desa Mangunan, lalu berbelok ke kiri sekitar 5 kilometer menuju arah Pathuk Gunungkidul. Begitu melewati gapura selamat datang, suasana khas pedesaan langsung terasa. Deretan gubug sederhana milik warga setempat menawarkan makanan dan minuman, menjadi pelepas dahaga sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.

img_title Festival Geopark Night Specta dan Cokelat Gunungkidul Jadi Simbol Sinergi Pariwisata dan Pertanian

Menurut pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis), kawasan ini awalnya dikenal sebagai Hutan Sudimoro I atau Becici Asri, yang merupakan bagian dari hutan lindung di bawah pengelolaan RPH Mangunan. Dahulu, hutan ini hanya difungsikan sebagai kawasan produksi getah pinus. Namun, eksotisme panorama dari bukit sebelah barat menjadikan Becici perlahan berubah menjadi destinasi wisata yang diminati. Keindahan bentang alam yang tersaji dari puncaknya membuat banyak wisatawan datang untuk menikmati suasana hutan sekaligus panorama kota Yogyakarta dari kejauhan.

Nama “Becici” sendiri memiliki cerita unik. Konon berasal dari kata ambeg yang berarti berdiam diri, dan suci. Di puncak bukit ditemukan sebuah petilasan menyerupai makam, yang dipercaya sebagai persemayaman putra pendiri Desa Muntuk. Ia diyakini bertapa di tempat itu, sehingga kawasan ini memiliki nilai spiritual yang turut memperkaya daya tarik wisata.

img_title Sri Gethuk menapaki Wisata Kelas Dunia

Perjalanan menuju puncak Becici menjadi pengalaman tersendiri. Gesekan daun pinus yang tertiup angin menciptakan musik alami, menemani langkah kaki dari area parkir menuju puncak. Jalur yang sedikit menanjak bisa ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Di sepanjang jalan, pengunjung akan menemukan bangku dari batang pinus, ayunan, serta gazebo yang memungkinkan wisatawan beristirahat sambil menikmati udara segar. Ada pula area datar yang sering digunakan untuk kegiatan outbound maupun camping, menjadikan Becici sebagai destinasi yang cocok untuk wisata keluarga maupun komunitas.

Halaman Selanjutnya
img_title