Korupsi Dibongkar KPK, Pelajaran Berharga bagi PDAM Tirta Muria

Samani dan Bellinda gagas aduan Curhat Muria di PDAM
Sumber :
  • arif

KUDUS, VIVAJogja– Kasus tindak pidana korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muria Kudus yang sempat dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI beberapa tahun lalu, menjadi pengalaman berharga agar tidak terperosok dalam kasus serupa.  

Wujudkan Kudus Mulus, Tim Saber Jalan Tak Kenal Waktu Benahi Jalan Berlubang

Karena itu, Bupati Kudus Samani Intakoris mengingatkan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani penyediaan air bersih ini, agar belajar dari pengalaman masa lalu. 

Samani menegaskan, pentingnya sinergi dan integritas dalam pengelolaan perusahaan PDAM. Tentunya agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari.

Keren, Program HKGS Kudus Jadi Percontohan di Indonesia

"Kita harus mengevaluasi agar masalah hukum yang pernah terjadi di PDAM tidak terulang. Kuncinya adalah sinergi dan integritas dalam bekerja," tegas Samani saat berkunjung di kantor PDAM Kudus kemarin.

Dalam aspek pelayanan dan pengelolaan keuangan, Samani juga menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas. Tentunya agar kepercayaan masyarakat Kudus terhadap PDAM semakin kuat.

Bangunan SDN Purwosari Kudus Ambrol Lagi, Belum Genap Lima Tahun Diperbaiki

"PDAM ini milik daerah, jadi tetap harus mencari keuntungan yang benar dan transparan. Kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat, jika semuanya dikelola dengan baik," ucap Samani.

Terkait wacana penyesuaian tarif air PDAM yang sempat tertunda sejak 2018, Samani menyarankan agar kebijakan itu dikaji mendalam. Salah satunya dengan mempertimbangkan regulasi yang berlaku, serta dampaknya terhadap pelanggan.

"Kita akan rapatkan kembali soal penyesuaian tarif, pastinya harus sesuai regulasi yang ada," jelasnya.

Dalam monitoring di PDAM, Bupati Sam’ani Intakoris didampingi Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton. Ia juga menggagas program "Curhat Muria", sebagai wadah pengaduan pelanggan yang harus ditindaklanjuti dalam waktu 1x24 jam.

"Walaupun sistem pengaduan sudah ada, namun masih kurang komunikatif. Karena itu, kita luncurkan 'Curhat Muria' agar setiap keluhan pelanggan bisa segera ditindaklanjuti," pinta Sam’ani. 

Tak ketinggalan, Samani juga menekankan pntingnya efisiensi pengelolaan perusahaan daerah. Sebab efisiensi harus diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk perjalanan dinas dan kegiatan seremonial yang dianggap tidak mendesak.

"Program pemerintah pusat juga mengharuskan efisiensi. PDAM Tirta Muria juga harus melakukan efisiensi, baik dalam bentuk perjalanan dinas maupun kegiatan lain yang kurang esensial," terang Samani .

Merespon permintaan Samani, Direktur PDAM Tirta Muria, Winarno, mengaku siap menjalankan arahan bupati, termasuk dalam hal efisiensi dan penguatan layanan pelanggan.

“Pak Bupati sudah memberi arahan. Kami segera menindaklanjuti berbagai program yang dicanangkan, termasuk efisiensi dan peningkatan layanan melalui 'Curhat Muria'," ujar Winarno.

Ia juga melaporkan bahwa laba bersih PDAM Tirta Muria mengalami peningkatan dari Rp4,7 miliar pada tahun sebelumnya, menjadi Rp6,7 miliar di tahun ini. 

Namun, Winarno mengakui ada tantangan dalam realisasi penyesuaian tarif yang tertunda sejak 2018.

"Tahun ini laba bersih kita naik Rp2 miliar menjadi Rp6,7 miliar. Tapi ada catatan, salah satunya terkait penyesuaian tarif yang sudah tertunda cukup lama," ungkapnya.

Di sisi lain, PDAM juga menghadapi persaingan dari program PAMSIMAS dan BUMDes yang menyebabkan penurunan jumlah pelanggan. 

Meski demikian, Winarno optimistis PDAM tetap bisa berkembang dengan strategi perluasan jaringan dan perbaikan infrastruktur.

"Kita terus melakukan evaluasi jaringan pipa lama dan meremajakannya. Penambahan sumur baru juga sudah direncanakan, salah satunya di daerah Jati," pungkasnya.