Terganjal Data Kurang Akurat, Kebijakan Pemkab Jepara Tak Maksimal

Perangkat daerah Jepara harus sajikan data pembangunan akurat
Sumber :
  • arif

JEPARA, VIVAJogja- Proses pengambilan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, ternyata banyak yang belum bisa terlaksana dengan baik. Pemicunya, karena belum tersedianya kesiapan data yang akurat.

img_title Progres Hampir 50 Persen, Bupati Jepara Pastikan Jalan Perbatasan Jepara-Demak Tepat Waktu

Karena itu, diharapkan semua perangkat daerah di lingkup Pemkab Jepara dapat menyajikan data pembangunan secara lebih akurat, transparan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara akurat, transparan dan terukur.

“Data sangat penting, karena dapat membantu dalam pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi, dan mendukung kemajuan program pembangunan,” ujar Plh. Sekda Jepara Ary Bachtiar

img_title Gus Haiz Pimpin PPP Jepara, Pertahankan Hattrick Kemenangan dan Bidik Orang Nomor Satu Jepara

Ary menyebut, keberadaan data yang valid merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan sebuah daerah. Penegasan tersebut disampaikan Plh. Sekda Jepara Ary Bachtiar, saat membuka acara Forum Satu Data Indonesia (SDI) di Ruang Sosrokartono, Rabu (26/3/2025).

Plh Sekda Jepara Ary Bachtiar buka Forum Satu Data Indonesia

Photo :
  • arif

img_title PPP Jepara Bertaruh pada Trio Gus Haiz, Agus Sutisna, dan Lusiana Hadapi Pemilu 2029

Ary mengatakan, Forum Satu Data Indonesia bertujuan mendukung Pemkab Jepara dalam menyusun daftar data yang menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah.

"Perlu kita pahami, data ini penting untuk kita dalam melaksanakan proses pembangunan dan perencanaan," tukas Ary. 

Ary berharap melalui forum SDI ini, saling bersinergi dan menguatkan semua. Tentunya agar data dari semua perangkat daerah menjadi satu data yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat. 

“Selain data itu harus valid dan up to date, juga mudah untuk diakses dan data menjadi open akses bagi masyarakat,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Jepara, Hasanudin Hermawan menambahkan, agenda FSDI sebagai upaya koordinasi dan konsolidasi kinerja Satu Data Daerah. 

“Forum ini mendukung Pemda alam menyusun daftar data yang akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah,” ujar Hasanudin. 

Hasanudin menyebut, daftar data merujuk pada dokumen perencanaan seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah). RPJMD dan RPJD ini disahkan pada tahun 2025, dan digunakan sebagai dasar merancang kebijakan serta program pembangunan daerah. 

"Melalui penguatan Satu Data Indonesia, diharapkan proses pembangunan di daerah berjalan efektif dan efisien, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berbasis pada data yang kredibel dan tepat guna," jelasnya.