Embung Doho Wonogiri Dikembangkan Coca-Cola, Ada Panel Surya dan UMKM
- VIVA Jogja
WONOGIRI, VIVA Jogja - Warga Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, kini merasakan manfaat yang lebih luas dari keberadaan Embung Doho.
Infrastruktur yang awalnya menopang kebutuhan air pertanian itu dikembangkan Coca-Cola Foundation Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menjadi kawasan yang menggabungkan ketahanan air, energi terbarukan, UMKM, dan wisata masyarakat.
Pengembangan yang didukung Coca-Cola Foundation Indonesia tersebut ditandai dengan peresmian perluasan manfaat Embung Doho pada Rabu (7/10/2026).
Bagi masyarakat, kehadiran fasilitas baru ini membuka peluang pemanfaatan embung tidak hanya untuk mengairi sawah dan kebun, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi.
Coca-Cola Foundation Indonesia menambahkan instalasi panel surya serta Sentra Kuliner UMKM Doho sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
Embung Doho sendiri dibangun Coca-Cola pada 2017 dan menjadi proyek embung pertama Coca-Cola di Indonesia. Embung seluas sekitar 1,5 hektare itu memiliki kapasitas tampung mencapai 15.872 meter kubik air.
Hampir satu dekade setelah dibangun, Coca-Cola melihat manfaat embung tersebut terus berkembang. Fungsi penyediaan air bagi pertanian kini berjalan berdampingan dengan pemanfaatan energi bersih dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia sekaligus Ketua Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan perkembangan Embung Doho menjadi gambaran bahwa sebuah infrastruktur air dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola secara berkelanjutan.
"Embung ini adalah embung pertama yang kami bangun di Indonesia pada tahun 2017 lalu. Kami sangat senang melihat keberadaannya tidak hanya memberikan manfaat air secara langsung untuk pertanian dan perkebunan, tetapi ternyata juga memberikan manfaat ekonomi yang lain," kata Triyono, Rabu (7/10/2026).
Menurut Triyono, Coca-Cola Foundation Indonesia mendukung penambahan instalasi panel surya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan air sekaligus menyediakan energi bagi kawasan di sekitar embung.
Panel surya tersebut digunakan untuk membantu sistem pemompaan air dari Embung Doho menuju kebun dan sawah warga. Energi terbarukan itu juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Sentra Kuliner UMKM Doho.
"Coca-Cola Foundation Indonesia mendukung instalasi panel surya untuk pemompaan air sehingga bisa dialirkan ke kebun-kebun dan sawah warga, serta untuk pemanfaatan listrik di taman kuliner," ujar Triyono.
Pengembangan yang dilakukan Coca-Cola Foundation Indonesia juga menyentuh aspek pengelolaan air di kawasan kuliner. Fasilitas tersebut mengedepankan efisiensi penggunaan air, termasuk melalui pemanfaatan air hujan dan penggunaan kembali air untuk kebutuhan nonkonsumsi.
Bagi Coca-Cola Foundation Indonesia, pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim. Karena itu, pembangunan fasilitas tidak hanya diarahkan pada penambahan infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memperoleh manfaat dalam jangka panjang.
Triyono mengatakan kolaborasi antara Coca-Cola, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
"Pengelolaan air yang bijak dan efisien menjadi aspek krusial di tengah ancaman perubahan iklim, sehingga kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan sektor swasta harus terus dijaga demi memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
Coca-Cola Foundation Indonesia berharap Embung Doho dapat terus menjadi contoh pemanfaatan sumber daya air yang memberikan dampak berlapis bagi masyarakat.
"Harapan kita, apa yang dikelola panitia bisa memberikan manfaat yang baik dan menjadi inspirasi bahwa kita harus menjaga sumber daya air sebaik-baiknya. Keberlanjutan adalah tentang menciptakan manfaat jangka panjang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Triyono.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyambut pengembangan yang dilakukan Coca-Cola Foundation Indonesia tersebut. Pemkab menilai Embung Doho telah berkembang dari sekadar infrastruktur pendukung pertanian menjadi kawasan yang memiliki fungsi sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Wonogiri, Joko Purwidyatmo, yang mewakili Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, mengatakan keberadaan embung memberikan dampak terhadap ketersediaan air untuk budidaya pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan wisata lokal.
"Dampak positif pembangunan embung seluas 1,5 hektare ini yang utama adalah mampu menghadirkan fasilitas irigasi dan ketahanan ketersediaan air untuk budidaya pertanian, yang kemudian berkembang menjadi destinasi wisata masyarakat lokal," kata Joko.
Menurut Joko, dukungan Coca-Cola Foundation Indonesia melalui pengembangan fasilitas tambahan semakin memperkuat potensi ekonomi masyarakat di sekitar Embung Doho.
Kehadiran Sentra Kuliner UMKM Doho diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.
"Hadirnya fasilitas Warung UMKM ini semakin menguatkan visi Kabupaten Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ujarnya.
Meski pembangunan dan pengembangan fasilitas mendapat dukungan Coca-Cola Foundation Indonesia, keberlanjutan Embung Doho tetap membutuhkan peran aktif masyarakat. Pemerintah Kabupaten Wonogiri meminta warga ikut menjaga fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Joko mengajak masyarakat Desa Doho dan Kecamatan Girimarto merawat seluruh fasilitas yang telah tersedia.
"Kepada segenap warga masyarakat Desa Doho dan umumnya masyarakat Kecamatan Girimarto, kami berpesan agar fasilitas ini dapat dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat yang semaksimal mungkin bagi peningkatan kesejahteraan bersama," katanya.
Dengan dukungan Coca-Cola Foundation Indonesia, Embung Doho kini diarahkan menjadi kawasan dengan manfaat yang lebih beragam. Air tetap menjadi fondasi utama untuk pertanian, sementara energi surya, UMKM, dan wisata menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.
Bagi warga Desa Doho, perubahan tersebut memperluas fungsi embung dari sekadar tempat penyimpanan air menjadi ruang yang berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi lokal.
Program Coca-Cola Foundation Indonesia di Embung Doho juga menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur berbasis masyarakat dapat diarahkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi sekaligus membangun manfaat jangka panjang melalui pengelolaan air, energi bersih, dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.