Rosalia Indah Bongkar Modus Penipuan Tiket Bus via WhatsApp
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - PT Rosalia Indah Transport mengungkap maraknya penipuan penjualan tiket bus yang mengatasnamakan perusahaan.
Modus tersebut terdeteksi melalui hasil pencarian Google yang mengarahkan calon penumpang ke nomor WhatsApp tidak resmi.
Manajemen Rosalia Indah menyebut salah satu temuan muncul dari hasil pencarian berjudul “Rosalia Indah Malang”.
Alih-alih menuju layanan resmi, tautan tersebut justru menghubungkan calon penumpang dengan pelaku penipuan yang menawarkan tiket dan meminta pembayaran ke rekening pribadi.
“Nomor kontak dan rekening yang digunakan pelaku sama sekali tidak terdaftar dalam sistem kami,” tegas manajemen Rosalia Indah.
Hasil penelusuran internal memastikan seluruh sarana komunikasi dan metode pembayaran dalam praktik tersebut bukan bagian dari layanan resmi maupun jaringan agen terverifikasi Rosalia Indah. Perusahaan mencatat, modus serupa bukan kali pertama terjadi.
General Manager Produk & Operasional PT Rosalia Indah Transport, Nuzulul Mukhlison, menegaskan perusahaan tidak pernah meminta pembayaran tiket di luar kanal resmi.
“Kami tidak pernah menggunakan rekening pribadi untuk transaksi apa pun. Seluruh pembayaran hanya melalui sistem resmi perusahaan,” kata Nuzulul.
Ia menegaskan, agen Rosalia Indah bukan kanal mandiri. Agen hanya sah jika identitas, nomor komunikasi, serta mekanisme pembayarannya tercatat dan diverifikasi dalam sistem perusahaan.
Nuzulul mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur penawaran tiket murah yang disampaikan melalui WhatsApp tanpa kejelasan identitas. Calon penumpang diminta melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran.
“Jika menemukan informasi mencurigakan, segera konfirmasi ke layanan pelanggan resmi kami,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Rosalia Indah meminta masyarakat memastikan transaksi hanya dilakukan melalui website dan aplikasi resmi, contact center, atau agen resmi yang telah ditunjuk. Pembayaran ke rekening atas nama individu dipastikan bukan transaksi resmi dan patut diwaspadai.