Bambang Pacul Warning Pengurus PDIP Jangan Hilang dari Akar Rumput
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Bappilu DPP PDIP periode 2025–2030, Bambang Wuryanto, melontarkan peringatan keras kepada seluruh struktur partai saat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) digelar.
Bagi politikus yang akrab disapa Bambang Pacul itu, Musancab bukan forum seremonial bongkar-pasang pengurus atau sekadar agenda lima tahunan yang selesai di ruang rapat.
Menurutnya, forum tersebut menjadi titik penentuan apakah mesin partai masih hidup atau justru mulai kehilangan tenaga di akar rumput.
“Musancab ini proses konsolidasi organisasi. Setelah Jawa Tengah selesai, lanjut musyawarah ranting dan anak ranting. Ini reorganisasi lima tahunan,” kata Bambang Pacul, disela Musancab PDIP di Gedung Wanita, Karanganyar, Selasa (26/5/2026).
Namun di balik agenda reorganisasi itu, Bambang Pacul mengingatkan ancaman terbesar partai justru datang dari lemahnya ikatan antara pimpinan dan kader di bawah.
Ia menyebut konsolidasi tidak akan pernah berhasil jika elite partai hanya sibuk mengurus struktur di atas kertas tetapi jarang turun menemui kader.
“Kalau tidak pernah ketemu, bagaimana mau ada hubungan timbal balik? Harus ada bonding antara yang memimpin dan yang dipimpin,” ujarnya.
Bambang Pacul menegaskan, loyalitas kader tidak lahir dari jabatan atau instruksi semata. Menurut dia, loyalitas tumbuh dari kedekatan, rasa saling percaya, dan kehadiran pimpinan di tengah kader saat dibutuhkan.
“Kalau tidak pernah ketemu, bagaimana mau ada ikatan? Politik itu bukan sekadar jabatan struktural,” tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan seluruh jajaran partai, mulai tingkat cabang hingga ranting, agar tidak berubah menjadi pengurus administratif yang hanya aktif menjelang pemilu. Menurutnya, pemimpin PDIP wajib menjadi pelindung sekaligus penguat kader di lapangan.
“Pemimpin di PDIP itu harus mengayomi, mengayemi, dan melayani. Memberi rasa aman, rasa nyaman, lalu menguatkan,” katanya.
Penekanan itu disebut berlaku sampai tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. Bambang Pacul bahkan memberi sinyal keras bahwa mesin partai akan cepat melemah jika pengurus hanya sibuk menjaga posisi, tetapi minim kerja politik di bawah.
Di tengah konsolidasi itu, PDIP juga mulai mendorong regenerasi lebih agresif. Kader muda disebut harus masuk dalam struktur agar partai tidak kehilangan komunikasi dengan generasi pemilih baru yang terus berubah.