Longsor Majenang: 3 Tewas, 21 Masih Dinyatakan Hilang
- VIVA Jogja/Pemprov Jateng
Majenang, VIVA Jogja - Bencana longsor yang menerjang Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Kamis malam (13/11/2025), merusak permukiman warga dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Tim BPBD Jawa Tengah bersama instansi terkait langsung bergerak sejak malam kejadian untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban yang tertimbun. Upaya penyelamatan terus dilanjutkan hingga Jumat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut.
Ia mengungkapkan tiga korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara 20 warga masih belum ditemukan.
Pemprov Jateng mengerahkan personel, peralatan, dan logistik untuk mendukung operasi pencarian di lapangan, bekerja bersama Pemkab Cilacap, TNI, Polri, dan tim terkait lainnya.
Fokus utama saat ini adalah penanganan darurat, termasuk evakuasi korban dan penanganan warga terdampak. Longsor terjadi sekitar pukul 21.00 setelah hujan deras mengguyur wilayah Majenang.
Material tanah menimbun rumah warga, menimbulkan penurunan tanah hingga dua meter dengan retakan sepanjang 25 meter.
Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggulangan, menyebut ada 46 jiwa dari 17 KK terdampak bencana.
Hingga Jumat siang, tiga korban ditemukan meninggal: Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45), seluruhnya warga Dusun Tarukan. Sebanyak 21 orang masih hilang, terdiri dari enam warga Tarukan dan 14 warga Cibuyut.
Tiga warga lainnya mengalami luka-luka dan telah dirawat di RSUD Majenang. Selain itu, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rusak sedang, dan 16 rumah dalam kondisi terancam. Total area terdampak mencapai 6,5 hektare.
Operasi pencarian melibatkan BPBD Jateng dan Cilacap, Basarnas, TNI/Polri, Dinsos, tenaga kesehatan, relawan, hingga warga setempat. Akses menuju lokasi juga diperlebar menggunakan excavator BBWS Citanduy.
Selain asesmen lanjutan terkait cuaca ekstrem, Dinas Sosial Jateng juga berkoordinasi dengan Kemensos untuk menyalurkan bantuan bagi keluarga korban, termasuk BTT dan program RTLH.
Bantuan logistik, peralatan tidur, dapur umum, serta lokasi pengungsian yang aman telah disiapkan bagi warga terdampak.