Menikmati Laut Lepas dari Atas Batu: Pesona Baru Pantai Drini
- Istimewa
VIVA Jogja - Di pesisir selatan Gunungkidul, sebuah destinasi baru bernama On The Rock Pantai Drini tengah menjadi buah bibir. Sejak resmi dibuka, tempat ini langsung viral di media sosial dan menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Mereka datang bukan hanya untuk menikmati kuliner, tetapi juga untuk merasakan sensasi duduk di atas tebing karst yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Dari ketinggian, laut tampak tak berujung, ombak berderu, dan angin membawa aroma asin yang khas. Suasana ini membuat siapa pun merasa seolah berada di sebuah beach club eksklusif di Bali, meski sesungguhnya masih di jantung Yogyakarta.
On The Rock menghadirkan pengalaman yang berbeda dari pantai-pantai lain di selatan Jogja. Restoran dan bistro yang berdiri kokoh di atas batu karang menawarkan menu modern, dari burger hingga seafood segar, ditemani musik live yang mengalun sepanjang hari. Ketika senja tiba, tempat ini berubah menjadi panggung romantis. Langit perlahan berwarna jingga, matahari tenggelam di cakrawala, dan pengunjung larut dalam suasana yang hangat. Tak heran, banyak yang menjadikan momen ini sebagai latar foto, lorong batu karst dan dekorasi tropis menjadi ikon baru yang menghiasi lini masa media sosial.
Meski tiket masuknya relatif terjangkau—Rp40.000 di hari biasa dan Rp50.000 saat akhir pekan—antusiasme pengunjung begitu tinggi. Jalur menuju Pantai Drini kerap dipadati kendaraan, terutama pada hari libur, dengan dominasi wisatawan dari luar kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik On The Rock bukan hanya lokal, melainkan sudah menembus pasar wisata nasional. Gunungkidul, yang dulu dikenal dengan pantai-pantai alami nan sederhana, kini memiliki wajah baru: modern, estetik, dan penuh gaya.
Namun di balik gemerlapnya, On The Rock tetap menyisakan ruang untuk keintiman. Duduk di kursi kayu, menatap laut lepas, sembari menyeruput minuman dingin, menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan. Tempat ini bukan sekadar resto atau spot foto, melainkan simbol pertemuan antara alam, kuliner, dan gaya hidup modern. Sebuah cerita baru tentang bagaimana tebing karst bisa disulap menjadi ruang pertemuan yang memikat, di mana laut, batu, dan manusia bertemu lalu menjelma menjadi kenangan yang akan selalu ingin dikenang kembali.