Kintelan: Manis Gurih yang Mengikat, Warisan Rasa dan Makna Dari Tegal Sambi Jepara
- Bang yos Vivajogja/Istimewa
JEPARA, VivaJogja – Di balik sederhana tampilannya, Kintelan dari Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menyimpan kekayaan rasa sekaligus filosofi hidup yang mendalam.
Jajanan tradisional ini bukan sekadar kuliner, melainkan representasi kearifan lokal yang terus bertahan di tengah arus modernisasi.
Dari Ritual Sakral Menjadi Ikon Desa
Kintelan berakar dari tradisi agraris masyarakat Tegalsambi. Dahulu, hidangan ini hanya disajikan setahun sekali dalam ritual Sedekah Bumi sebagai ungkapan syukur atas hasil panen (26/04)
Momen tersebut menjadi peristiwa penting layaknya “mudik budaya”, ketika warga perantauan pulang untuk merayakan tradisi yang juga dimeriahkan dengan atraksi Perang Obor.
Seiring berkembangnya Desa Tegalsambi sebagai destinasi wisata budaya, Kintelan tidak lagi eksklusif dalam ritual tahunan. Kini, kudapan ini hadir dalam berbagai kegiatan desa dan menjadi sajian khas bagi wisatawan.
Transformasi ini menjadikan Kintelan sebagai duta kuliner yang memperkuat identitas lokal.
Perpaduan Rasa yang Tak Sekadar Nikmat
Kintelan tersusun dari ketan yang dimasak hingga kenyal dan lembut.
Di dalamnya tersembunyi enten-enten campuran kelapa parut muda dan gula jawa yang menghadirkan rasa manis legit dan aroma alami.
Keistimewaannya semakin terasa dengan siraman areh, saus santan kental yang gurih. Perpaduan ketan, enten-enten, dan areh menciptakan harmoni rasa manis dan gurih yang seimbang, menghasilkan sensasi khas yang sulit ditemukan pada jajanan tradisional lainnya.
Sedangkan cara membuatnya Pertama, Kelapa tua dibuat santan, sisihkan yang kental untuk areh. Sisanya untuk adonan. Kedua, Parut kelapa muda untuk isinya. Parutan kelapa untuk isi ditambah gula merah disangrai di atas wajan. Sambil diaduk-aduk sampai rata dan kental, lalu ditaburi tepung ketan sedikit. Lanjutkan hingga matang.
Sedangkan Ketiga, buat bulatan enten-enten untuk isi. Keempat, tepung ketan diuleni dengan santan. Tambahkan gula pasir dan garam secukupnya. Jangan terlalu lembek. Kelima, ambil adonan ketan, lalu bentuk bulat dan pipihkan.
Isi dengan bulatan enten-enten di dalamnya. Keenam, kukus dengan alas daun pisang yang diolesi dengan minyak sayur selama kira-kira 10 menit. Ketujuh, angkat dan sajikan dengan diolesi areh (santan kental) diatasnya.