Bantul Perkuat Kolaborasi untuk Tekan Stunting
- Dok Humas Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja - Kabupaten Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui Rembug Stunting Tahun 2026. Forum ini dirangkai dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Konvergensi Penanggulangan Stunting, menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program, memperkuat sinergi lintas sektor, serta merumuskan langkah bersama demi mewujudkan generasi Bantul yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Acara resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, yang hadir mewakili Wakil Bupati Bantul. Dalam arahannya, Hermawan menegaskan bahwa Bantul masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, di antaranya pengangguran, kemiskinan, dan stunting. Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan sehingga membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan tren positif penurunan stunting di Bantul. Pada 2021 angka stunting tercatat sebesar 19,1 persen, kemudian menurun menjadi 14,9 persen pada 2022. Capaian ini hampir memenuhi target nasional 2024 sebesar 14 persen. Meski demikian, Hermawan menekankan bahwa upaya penurunan stunting harus terus diperkuat agar tren positif tersebut dapat dipertahankan dan merata di seluruh wilayah Bantul.
Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan masalah multidimensi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, pendidikan, sanitasi, pola asuh, hingga pemenuhan gizi. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah kapanewon dan kalurahan, tenaga kesehatan, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. “Permasalahan stunting bukan persoalan yang berdiri sendiri. Banyak faktor yang memengaruhinya, sehingga diperlukan langkah bersama dan sinergi lintas sektor agar upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Melalui forum ini, setiap kapanewon diharapkan mampu memetakan kondisi stunting di wilayah masing-masing, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi dan rencana aksi sesuai karakteristik daerah. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Bantul.
Rembug Stunting 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Bantul optimistis dapat menekan angka stunting lebih jauh sekaligus mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan generasi berkualitas.