Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla di Kulonprogo

Apel Kesiapan Menghadapi Karhutla di Halaman Mako Polres Kulonprogo,
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja  – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama jajaran TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat akibat kondisi El Nino berkepanjangan. Upaya ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapan Menghadapi Karhutla di Halaman Mako Polres Kulonprogo, yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kulonprogo H Ambar Purwoko, didampingi Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., serta Komandan Kodim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han.

img_title Kulonprogo Extravaganza 2026 Meriahkan Hari Jadi, Ribuan Warga Padati Alun-alun Wates

Apel tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kulonprogo dan tamu undangan dari berbagai instansi. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi menjaga keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dalam amanatnya, Wakil Bupati Ambar Purwoko menekankan bahwa seluruh unsur yang terlibat memiliki peran penting dalam memastikan kenyamanan warga. Ia mengapresiasi kesiapan personel dan peralatan yang ditunjukkan, seraya mengingatkan bahwa tugas ini harus dijalankan dengan keikhlasan dan rasa tanggung jawab sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Kulonprogo Ridho Hidayat menambahkan bahwa kondisi El Nino yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan berbagai bencana, termasuk kebakaran lahan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas instansi agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara efektif. Menurutnya, kekuatan utama dalam menghadapi ancaman ini adalah kebersamaan. “Yakinlah apabila kita kuat, kita solid, kita bersama menghadapi masalah ini, semua terkait masalah karhutla bisa kita tangani dengan baik,” tegasnya. Polres Kulonprogo sendiri telah menyiapkan sekitar 300 personel, termasuk jajaran Polsek, yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi potensi kebakaran.

img_title 41 Ribu Pelajar Gemakan Al-Qur’an dalam Muqodaman Gerakan Kulonprogo Mengaji

Selain kesiapan personel, upaya pencegahan juga menjadi fokus. Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Ia menegaskan bahwa percikan api kecil dapat dengan cepat membesar dan membakar lahan kering. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi sangat penting.

Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma turut menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla harus dilaksanakan dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan kerawanan kebakaran. “Inilah saatnya kita antisipasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

img_title Safari Jumat di Kulonprogo: Warga Mentobayan Terima Bantuan, Marbot Masjid Al-Hikmah Dapat Jaminan BPJS

Usai apel, Wakil Bupati bersama Kapolres dan Dandim melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana yang disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh peralatan benar-benar siap digunakan dalam keadaan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, S.Sos., melaporkan bahwa hingga saat ini telah terjadi kebakaran lahan di 17 lokasi. Meski demikian, seluruh kejadian berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas. BPBD juga menetapkan status siaga darurat sejak 27 Juli hingga 30 September 2026, yang mencakup ancaman kebakaran sekaligus potensi kekeringan akibat kemarau panjang.

Melalui apel kesiapan ini, Pemkab Kulonprogo bersama TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla. Menjaga Kulonprogo dari ancaman kebakaran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada pihak berwenang.

Dengan kepedulian dan kesiapsiagaan yang dilakukan bersama, diharapkan potensi karhutla dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin. Sinergi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat Kulonprogo adalah prioritas utama, sekaligus wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.