Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih
- Dok Pemkot Yogya
Salah satu penerima manfaat, Hardinah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia tinggal bersama anak, menantu, dan tiga cucunya di rumah yang sebelumnya sudah mengalami banyak kerusakan. Atap kayu yang lapuk dimakan rayap membuat rumah tidak lagi aman, sementara kondisi ruangan yang lembap menambah ketidaknyamanan bagi keluarga. “Terima kasih atas bantuannya. Semoga rumah ini bisa menjadi lebih layak dan lebih sehat untuk keluarga,” ujarnya penuh haru.
Perbaikan tiga rumah warga Brontokusuman ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan RTLH dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan dukungan Baznas, OPD, DPRD, dan masyarakat, program ini menunjukkan bahwa pembangunan sosial tidak harus bergantung pada APBD semata. Lebih dari itu, semangat gotong royong yang terbangun menjadi modal penting dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Yogyakarta.
Pemkot berharap pola kerja sama ini terus berkembang sehingga target 200 rumah layak huni pada tahun 2026 dapat tercapai. Dengan semakin banyak warga yang memperoleh tempat tinggal aman, sehat, dan nyaman, kualitas hidup masyarakat Yogyakarta diharapkan meningkat. Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga tentang menghadirkan ruang hidup yang layak bagi setiap keluarga.