Kroco Siap Jadi Kampung ProKlim Lestari Pertama di DIY
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja - Semangat warga Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, kian berkobar setelah menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Langkah ini menjadi momentum penting bagi Kroco untuk mencatatkan sejarah sebagai kampung pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menembus tingkatan tertinggi Program Kampung Iklim (ProKlim), yakni ProKlim Lestari.
Setelah meraih predikat ProKlim Utama pada 2023, Kroco kini menatap level Lestari dengan penuh kesiapan. Tim Verifikator KLH, Koko Wijanarko, menegaskan bahwa penilaian kali ini tidak semata mengejar penghargaan, melainkan menilai sejauh mana keberlanjutan dan dampak sosial dari gerakan lingkungan yang telah dilakukan warga. “Penghargaan itu hanyalah akibat, bukan tujuan utama. Filosofi ProKlim Lestari adalah bagaimana lokasi yang sudah maju seperti Kroco tidak tumbuh sendiri, tetapi mampu membina dan menularkan ketangguhan iklim ke kampung-kampung sekitarnya. Yang kita nilai adalah dampak nyatanya bagi masyarakat saat menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memberikan apresiasi tinggi atas sinergi warga Kroco yang dinilai berhasil menerapkan konsep kolaborasi lintas sektor. Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kulonprogo, Agung Kurniawan, menyebut bahwa Kroco merupakan contoh nyata penerapan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat. “Kunjungan Tim Verifikasi ke Sendangsari ini mboten klentu (tidak salah). Kita lihat penghargaan di dinding sangat luar biasa banyaknya. Dusun Kroco ini menerapkan konsep kerja sama yang nyata antara pemerintah, swasta melalui CSR, akademisi, hingga masyarakat. Aksi nyata pengelolaan sampah dan lingkungan di sini dilakukan konsisten dari generasi sepuh sampai generasi muda,” kata Agung.
Dukuh Kroco, Slamet Supriyono, menuturkan bahwa kesiapan verifikasi didukung oleh kebiasaan warga yang telah terbiasa menjalankan pengelolaan lingkungan secara mandiri. Menurutnya, ProKlim di Kroco tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan rumah data kependudukan. “Pembiasaan pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana sudah menjadi bagian dari kehidupan harian warga kami. ProKlim di Kroco bersinergi dengan sektor kesehatan, ekonomi kreatif, hingga rumah data kependudukan. Kami siap dievaluasi agar status ProKlim kami bisa meningkat dari Utama menjadi Lestari,” jelasnya.