Sungai Code dan Penguatan Ekonomi Warga Surokarsan
- DOk Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, kembali melanjutkan agenda sambang kampung sebagai upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung. Kali ini, ia menyambangi Kampung Surokarsan, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, untuk berdialog dengan warga mengenai persoalan lingkungan dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Wawan menegaskan bahwa sambang kampung menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk mengetahui kondisi masyarakat secara nyata. Menurutnya, tidak semua persoalan dapat terungkap melalui laporan administratif, sehingga kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi langkah strategis untuk mendengar keluhan, masukan, sekaligus mengenali potensi yang bisa dikembangkan bersama. “Melalui dialog langsung, kami dapat mendengar keluhan, masukan, sekaligus mengetahui potensi yang dapat dikembangkan bersama oleh masyarakat,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang disampaikan warga adalah kondisi Sungai Code. Tining, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa masih banyak sampah yang ditemukan di aliran sungai. Ia menilai kebersihan sungai perlu segera mendapat perhatian agar lingkungan tetap terjaga. Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai perlunya peningkatan perekonomian masyarakat setempat dengan memanfaatkan kawasan potensial di sekitar kampung untuk membuka peluang usaha.
Menanggapi hal tersebut, Wawan menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta untuk melakukan penanganan, termasuk memasang kembali trash barrier di aliran Sungai Code. Menurutnya, keberadaan trash barrier penting untuk menahan dan menyaring sampah yang terbawa aliran sungai sehingga tidak mencemari wilayah Kota Yogyakarta. “Untuk sampah di Sungai Code, nanti kami akan meminta DLH Kota Yogyakarta untuk memasang kembali trash barrier. Karena yang sebelumnya sudah rusak akibat terkena banjir,” jelasnya.
Selain persoalan lingkungan, Wawan juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa peningkatan ekonomi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui bantuan atau program pemberdayaan, tetapi juga dengan menciptakan ruang usaha baru yang dapat dikelola warga. Untuk itu, ia meminta Dinas Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta menyiapkan konsep pembangunan kafe maupun warung di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira. “Dengan konsep ini diharapkan dapat menjadi ruang ekonomi baru sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan yang nantinya datang ke kawasan tersebut,” imbuhnya.
Wawan menegaskan bahwa pelaku usaha yang mengisi kafe atau warung tersebut harus berasal dari masyarakat sekitar, khususnya warga Kampung Surokarsan dan Kampung Prawirodirjan. Dengan demikian, pengembangan kawasan tidak hanya berdampak pada aspek penataan lingkungan dan pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga. Ia menilai kawasan di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, Wawan menyampaikan bahwa Sungai Code tidak hanya perlu dijaga kebersihannya, tetapi juga ditata dan dimanfaatkan secara optimal. Salah satu gagasan yang kembali didorong adalah menjadikan kawasan Sungai Code di sekitar Bendung Mergangsan sebagai lokasi wisata air. Untuk mewujudkan hal tersebut, kondisi sungai harus dibenahi terlebih dahulu, tidak hanya dari aspek kebersihan, tetapi juga penataan kawasan sekitarnya agar lebih rapi, nyaman, dan aman untuk dikunjungi.
Wawan menargetkan berbagai penataan tersebut dapat direalisasikan dan selesai pada pertengahan Desember 2026. Dengan begitu, pada akhir Desember kawasan tersebut sudah dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan, ia berencana menikmati pergantian tahun 2026 menuju 2027 di kawasan tersebut. “Target kami pertengahan Desember sudah selesai, sehingga akhir Desember sudah bisa digunakan. Saya nanti berencana menikmati pergantian tahun 2026-2027 di area ini,” ungkapnya.
Kegiatan sambang kampung di Surokarsan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah kota dalam mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui dialog terbuka, pemerintah tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga menyiapkan langkah konkret untuk penataan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Sungai Code dapat menjadi kawasan yang bersih, tertata, sekaligus produktif, sementara warga memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan tersebut.