Normalisasi Sungai Code Capai 80 Persen, Menuju Ruang Hijau dan Produktif

Normalisasi Sungai Code kini telah mencapai progres sekitar 80 persen.
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menormalisasi Sungai Code kini telah mencapai progres sekitar 80 persen. Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi pendangkalan sungai, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menata bantaran sungai agar lebih bersih, hijau, sehat, sekaligus produktif bagi masyarakat. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, meninjau langsung pengerjaan normalisasi di kawasan Terban Madani, Jalan Dr Sardjito hingga belakang Hotel Tentrem, Jumat (03/07/2026). Ia menyampaikan bahwa pengerukan sungai dilakukan untuk memperdalam aliran sekaligus membersihkan sampah yang menumpuk. “Alhamdulillah sekarang sudah hampir sampai batas Sleman. Ini begonya terus membersihkan sungai yang kotor sekaligus memperdalam aliran sungai karena kemarin penuh dengan sampah dan terjadi pendangkalan. Setelah ini kita susur sungai lagi bisa lebih keren ya. Sudah bersih dan airnya dalam,” ujarnya.

img_title Transportasi Jadi Pemicu Utama Inflasi Juni di Yogyakarta

Hasto menekankan bahwa setelah pengerukan selesai, perhatian pemerintah akan diarahkan pada penataan kawasan bantaran agar tidak kembali dipenuhi aktivitas yang mengganggu fungsi sungai. Ia mengapresiasi langkah warga yang telah membersihkan kandang ayam di bantaran sungai dan berharap kondisi tersebut tidak terulang. “Yang penting jangan kambuh lagi. Jangan nanti dipakai lagi untuk kandang ayam atau tempat menumpuk sampah. Kalau sungainya sudah dibersihkan, lingkungannya juga harus ikut dijaga,” tegasnya. Dalam peninjauan, Hasto juga menyoroti sejumlah pergola yang tampak kosong. Ia mengusulkan agar warga bersama pemerintah wilayah menghidupkan kembali kawasan bantaran melalui gerakan penghijauan dan lomba kebersihan lingkungan. “Saya membayangkan di sini penuh bunga. Pergolanya hidup, masyarakat ikut merawat. Nanti bisa dibuat lomba kebersihan atau taman antar-RT dan RW. Kalau warganya bergerak bersama, kawasan sungai ini akan berubah menjadi tempat yang indah,” katanya.

Selain mempercantik kawasan, Hasto juga ingin Sungai Code memiliki nilai ekonomi. Ia mengusulkan penanaman bunga air mata pengantin yang menjadi sumber pakan lebah lingseng penghasil madu. “Kalau bunga itu ditanam lebih banyak, selain mempercantik kawasan, lebah lingseng bisa menghasilkan madu. Sungainya bersih, bunganya indah, masyarakat juga bisa memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya. Meski mendorong penghijauan, Hasto menegaskan penataan vegetasi dilakukan secara selektif. Pohon-pohon yang berfungsi menjaga kestabilan lereng dan mencegah erosi tetap dipertahankan karena memiliki manfaat ekologis. Sebaliknya, pohon pisang yang pelepahnya sering menampung air akan dibersihkan karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah. “Pohon yang menjaga lereng tetap kita pelihara. Tetapi pohon pisang yang pelepahnya menjadi tempat genangan air perlu ditata karena bisa menjadi sarang jentik nyamuk. Lingkungan sungai harus bersih sekaligus sehat,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemkot Yogyakarta Mulai Normalisasi Sungai Code