Mengintip Strategi Jateng Gapai Swasembada Garam Tahun 2027

Produksi garam di Jateng mencapai 631 ribu ton tahun 2024
Sumber :
  • hms

Pada beleid tersebut, imbuh Lilik, mengatur daerah di Pantura dan Pantura Selatan Jateng yang menjadi sentra penghasil garam. Wilayah di pantai utara Jateng adalah Kecamatan Kaliori (Rembang), Kecamatan Batangan (Pati), Kecamatan Kedung (Jepara), Kecamatan Wedung (Demak), dan Kecamatan Tanjung (Brebes).

Tumpas Kriminalitas di Bumi Mina Tani, Polresta Pati Siapkan Operasi Pekat Tangkap Penjahat

Sementara, wilayah di pantai selatan Jateng terdiri atas Kecamatan Grabag (Purworejo), Kecamatan Mirit (Kebumen), dan Kecamatan Adipala (Cilacap), ditambah Grobogan.

Di daerah-daerah tersebut, nantinya diharap tidak hanya proses produksi, namun sampai dengan pengolahan menjadi barang siap pakai, baik itu untuk konsumsi ataupun kebutuhan industri.

Terlempar dari Liga 2 Indonesia, Suporter Persipa Kecewa Berat

“Jadi khusus daerah-daerah yang ada di kawasan pergaraman tadi, harapannya ada perlindungan ruang agar jangan sampai terjadi alih fungsi lahan,” urainya.

Selain itu, kawasan tersebut nantinya akan ditangani sesuai kewenangan stakeholder terkait. Contohnya, DKP Jateng akan fokus bagaimana menggenjot produksi garam. Selain itu, terkait sarana jalan dan saluran irigasi akan diurusi oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Polresta Pati Digeruduk Massa, Geram Dua Pembunuh Remaja Sukolilo Tak Kunjung Tertangkap

Kemudian, untuk pemasaran, akan menggandeng Disperindag.  Dengan pola tersebut, diharapkan produksi garam Jateng akan meningkat minimal 30 persen.

Terkait kewenangan DKP, pihaknya telah menempuh sejumlah langkah. Di antaranya, pemberian bantuan geomembran dan pembangunan GGR (Gudang Garam Rakyat) serta pelatihan petambak garam untuk peningkatan volume produksi dan kualitas garam.

Halaman Selanjutnya
img_title