Bulog Siap Jemput Gabah Hasil Panen Petani Magelang
- hermanto
Andi menjelaskan, luas tambah tanam meningkat 52 persen atau lebih dari 1 juta hektar secara nasional. Hal itu terjadi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.
Sementara itu, Dirut Pengadaan Bulog, Prihasto Setiyanto menambahkan, petani tidak perlu memikirkan ongkos angkut untuk menjual gabah hasil panen. Sebab semua biaya ditanggung pihak Bulog.
“Petani hanya perlu membersihkan gabahnya, memasukkannya ke dalam karung dan meletakkannya di pinggir jalan. Selanjutnya menghubungi pihak Bulog terdekat untuk menimbang dan membayar di tempat,” terang Prihasto.
Jawa Tengah dan Yogyakarta segera memasuki masa panen raya pada bulan Maret-April 2025. Pada masa ini, peran penting para penyuluh pertanian sangat diperlukan untuk menginformasikan kepada petani agar menjual hasil gabah kering mereka kepada Bulog.
Bulog menargetkan menyerap hingga 882.000 ton gabah kering panen. Juga menyerap sebanyak 2,56 juta ton beras dengan total yang diserap mencapai 3 juta ton.
Di sisi lain, Wakil Bupati Magelang, Sahid mengapresiasi program yang dilaksanakan Kementerian Pertanian dan Bulog dalam mendukung kesejahteraan masyarakat petani.
Sahid menilai program yang dilakukan Kementerian Pertanian diharapkan membawa kesejahteraan masyarakat petani dan para PPL di Kabupaten Magelang.