Irene Umar : Ekonomi Kreatif Energi untuk Bangkit

Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar dan KomUt InJourney Triawan Munaf
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska SE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut bahwa dalam 151 hari kerja Kementerian Ekonomi Kreatif, pihak berupaya untuk mengsinkronisasi propram-program yang terkait erat dengan dunia kreatif dan khususunya dengan  InJourney Manajemen, telah muncul kolaborasi yang mendukung pergerakan arus pariwisata, misalnya dengan penempatan Game Corner di Bandara Soekarno-Hatta.

Garebeg Sawal Keraton Yogya dilangsungkan Hari H Idul Fitri

Hal itu disampaikan Irene Umar saat menghadiri agenda Press Conference Masa Ramai Libur Lebaran 2025 di destinasi Taman Wisata Candi di lapangan Garuda, kompleks Taman Wisata Candi Prambanan pada Sabtu (22/03/2024).

“Kemudian dengan Taman Mini Indonesia Indah, dan saat ini berada di Candi Prambanan, untuk mengkolaborasikan program. Kolaborasi-kolaborasi itu, tujuannya simple, bukan hanya kementerian, tapi juga dengan InJourney, yang dijadikan panggung untuk anak-anak bangsa berkreasi dan bisa men-showcase the best of the best of Indonesia,” ujarnya.

Suraloka Interactive Zoo tambah Empat Zona Baru

InJourney sebuah platform dan panggung untuk anak-anak Indonesia untuk menampilkan potensi.  “Kita punya dua KPI (Key Performance Indicator) di seluruh Ekraf, satu adalah economic value added. Kenapa? Karena ini akan menjadi sumbangan terhadap PDB atau GDP nasional. Dan Ekraf secara keseluruhan dalam lima tahun ke depan ditargetkan mampu menyumbang sekitar 8 persen,” paparnya.

Kedua adalah penyerapan tenaga pekerja. Dua hal tersebut sangat penting dan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, dan pada waktu yang sama juga harus ada penyerapan tenaga pekerjaan. “Jadi everything that we do, dua KPI itu yang kita lihat,” tegasnya.

UGM Siapkan KKN Internasional di Timor Leste

Irene juga menyatakan tahun pertama fokus Kementerian Ekonomi Kreatif adalah policy making, dengan membentuk membentuk fondasi, satu, untuk peraturan-peraturan, dan regulasi. Kedua adalah pendataan.

Seperti hal nya info local IP (Intellectual Property), bisa berbentuk komik, film, juga games dengan karakter-karakter IP Indonesia yang perlu diduniakan-kan. “Idealnya menyerap tenaga pekerja di sekitar, karena akan dikembali oleh salah satu IP lokal karena orang lokal itu lebih tahu know-how-nya,” ucap Irene.

Namun Irene juga meminta perubahan mindset, siap untuk menjadi sebuah sponge yang belajar-terus. Untuk bisa menjalankan dan memenuhi kebutuhan lokal dan juga menjadi tenaga ahli yang pada akhirnya highly demanded.

Ketiga adalah technical skills bisa dipelajari. Di era digital ini, internet, dan sekolah terbuka tidak terbatas dan semua itu bisa dilakukan jika bisa mengubah mindset.  “Jika 280 juta penduduk Indonesia bisa mengubah mindset, dan dengan adanya teknologi AI, wah. Kita bisa menjadi economic powerhouse,” ujar Irene.

Maka dari itu, ekonomi kreatif kita menamakan ini sebagai new engine of growth. Karena kita tidak bisa hanya bergantung kepada sumber daya alam, yang mana sekarang, dengan kondisi global warming yang sekarang ada, kita harus menyeimbangi produksi dari sumber daya alam, karena kita punya kekayaan yang luar biasa,

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa sektor pariwisata diharapkan turut mendukung Peran UMKM lokal pada saat momen libur lebaran kali ini. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam program yang dijalankan oleh InJourney Destination Management (IDM) telah terasa pengaruhnya bagi lebih dari 2500 UMKM lokal dan 150 seniman yang terlibat selama Masa Ramai Lebaran 2025.

Kehadiran UMKM dan keterlibatan komunitas juga seniman dalam pariwisata sangat dirasakan manfaatnya, tidak hanya sebagai daya tarik wisata, namun juga berpengaruh langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi Lokal. Hal ini diharapkan bisa memperkuat rantai pariwisata serta meningkatkan kearifan lokal atau keramahtamahan bangsa Indonesia.

"Pelibatan UMKM dan seniman di sekitar kawasan, terutama di destinasi heritage ini, merupakan sebuah bentuk penghargaan yang paling mudah dan kuat atas warisan bangsa. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan secara langsung dengan suasana yang lebih berkesan dan hangat." jelasnya

Ditambahkan Komisaris Utama InJourney Triawan Munaf, ekonomi kreatif  adalah sebuah kesinambungan yang harus dijaga karena pembangunan Indonesia tidak akan terwujud jika tidak berkesinambungan.

“Kita tahu bahwa sekarang kita mendapat tantangan akan situasi finansial yang dulu mungkin serba cukup,  sekarang anggaran-anggaran pemerintah juga harus lebih efisien dan disitulah dibutuhkan peran swasta, untuk bisa berkolaborasi dan mengakselerasi percepatan dari pertumbuhan pariwisata,” paparnya.

Destinasi-destinasi yang berada di dalam InJurney seperti Borobudur, Prambanan hingga Taman Mini Indonesia Indah,  Mandalika, Sanur, Labuan Bajo merupakan tempat-tempat dimana sebetulnya ekonomi kreatif itu harus populer, karena pelancong datang ke suatu destinasi disebabkan seseorang sudah tahu terlebih dulu.

Di sinilah ekonomi kreatif menempati posisi penting, sebagai daya-tarik orang untuk datang ke suatu destinasi bukan sebaliknya. “Karena kita sangat membutuhkan keberadaan ekonomi kreatif yang bisa maju,” ucapnya.