Jembatan Pandansimo Ikon Wisata baru di Pesisir Selatan
- youtube @Agus Bintarto
VIVA Jogja - Jembatan Pandansimo yang menjadi penyambung terakhir Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS, hampir rampung pengerjaannya Jembatan Pandansimo yang menjadi penyambung terakhir Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS, hampir rampung pengerjaannya. Jembatan dengan total panjang 1,9 kilometer ini, akan menjadi ikon infrastruktur baru sekaligus destinasi wisata baru di wilayah Selatan DI Yogyakarta.
Dibangun dengan konsep modern dan budaya lokal, seperti Gunungan, yang menjadi simbol kuat kebudayaan Jawa yang sarat makna.
Jembatan Pandansimo meski sudah tersambung, masih membutuhkan sentuhan artistik di beberapa bagiannya. Akhirnya, Kabupaten Bantul dan Kulonprogo akan terhubung melalui jembatan ini.
Proyek strategis ini menjadi bukti komitmen pemerintah DIY dalam memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pesisir Selatan, membuka akses ekonomi baru di wilayah pesisir dan memperlancar distribusi barang dan jasa.
Kehadiran Jembatan Pandansimo menjadi simbol harmonisasi antara kemajuan infrastruktur dengan pelestarian budaya.
Proyek ini didanai oleh APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp 814 miliar, terdiri dari jalan pendekat, slab on pile, dan jembatan utama dengan tipe multiarch bridge yang menggunakan CSP (corrugated steel plate) dan mortar busa.
Jembatan Pandansimo dikerjakan dengan cara simultan di empat segmen dan didesain dengan mempertimbangkan mitigasi bencana karena berada di daerah yang rawan gempa dan letaknya berjarak sekitar 10 kilometer dari Sesar Opak.
Teknologi mitigasi bencana yang diterapkan dalam desain jembatan diantaranya yaitu mortar busa dan LRB (Lead Rubber Bearing) yang berguna untuk menyerap dan mereduksi energi gempa.
Selain itu, terdapat penambahan konstruksi fondasi jembatan sebanyak 200 fondasi untuk meningkatkan keamanan jembatan dari ancaman bencana likuifaksi.
Lebar jembatan direncanakan sekitar 24 meter yang dibagi menjadi 4 lajur kendaraan dengan separator yang akan dihiasi dengan tanaman. Selain mengutamakan keamanan, Jembatan ini juga didesain untuk pejalan kaki berupa jalur pedestrian di sepanjang sisi kanan dan kiri jembatan, tiga plaza di tengah jembatan, serta paving block khusus bagi penyandang disabilitas untuk menikmati keindahan Sungai Progo.