Pemda DIY Persiapkan Koperasi Merah Putih

Ilustrasi aktivitas komunal di pedesaan
Sumber :
  • canva image

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Koperasi Merah Putih akan segera diaktualisasikan Oktober 2025 mendatang. Karena itu, Pemda DI Yogyakarta mempercepat persiapan pembentukan Koperasi Merah Putih hingga ke tingkat paling dasar, yakni kelurahan dan kalurahan, untuk memperkuat struktur ekonomi rakyat dan sebagai program strategis nasional

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan, koperasi Merah Putih akan dibentuk di 392 kalurahan dan 46 kelurahan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Saat ini proses berada di tahap musyawarah kalurahan/kelurahan. Targetnya, musyawarah selesai pada 30 Mei. Setelah itu, dilanjutkan ke tahap pengurusan kelembagaan yang direncanakan rampung pada 30 Juni,” ujar Nurkyatsiwi, Jumat (23/05/2025)

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Selain itu, Pemda DIY juga akan mengusulkan satu koperasi untuk menjadi percontohan atau Mockup nasional dari total 70 koperasi yang akan dikurasi sebagai representasi dari seluruh Indonesia, dan Mockup tersebut harus memiliki enam hingga tujuh unit usaha seperti ruang simpan pinjam, klinik, apotek, hingga pusat distribusi pangan.

Menurut Nurkyatsiwi, Mockup ini akan ditunjukkan oleh bupati atau wali kota dan program ini mendorong transformasi ekonomi lokal melalui tiga pendekatan utama yakni revitalisasi koperasi lama, pengembangan koperasi yang ada, atau pembentukan lembaga baru.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

“DIY diperkirakan akan memilih pembentukan koperasi baru, karena infrastruktur dan SDM lokal sudah mampu melaksanakannya, sesuai dengan konsep Lumbung Mataraman yang telah berjalan dan bisa menjadi embrio unit usaha bidang ketahanan pangan di dalam koperasi,” paparnya.

Lumbung Mataraman akan langsung diintegrasikan ke dalam koperasi Merah Putih, dan pembentukan koperasi ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di sektor-sektor kesehatan, pangan, dan keuangan mikro.

“Tetap harus ada pendampingan dari pemerintah, agar koperasi tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.