Mengapa Pemkot Yogya Meluncurkan Batik Segoro Amarto?

Motif Batik Segoro Amarto
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

VIVA Jogja –  Pemerintah Kota Yogyakarta baru-baru ini meluncurkan motif baru Batik Segoro Amarto di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), Terban, Yogyakarta. Didahului dengan prosesi simbolis pengecapan batik Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) oleh Prof Dr Budi Agus Riswandi dan menegaskan bahwa hak atas motif ini menjadi milik Pemerintah Kota Yogyakarta sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan IKM Batik lokal.

img_title Pemkot Yogyakarta Lepas 446 Mahasiswa KKN, Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Bangun Kampung

Motif Batik Segoro Amarto merupakan hasil karya kreatif warga Yogyakarta yang menggambarkan filosofi kebijaksanaan, ketekunan, dan keselarasan, serta menjadi simbol kebangkitan industri batik local dan batik ini ditetapkan sebagai seragam pegawai dan sekolah SD, SMP, SMA di Kota Yogyakarta.

Motif Segoro Amarto ini merupakan hasil pengembangan dari motif batik lama yang diperbarui dengan elemen-elemen bermakna tanpa meninggalkan filosofi aslinya, juga mendorong ekonomi kreatif.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Motif batik ini mengandung berbagai simbol khas Yogyakarta, seperti Peksi Bulu 10 yang melambangkan kemajuan dan perkembangan di era kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X,  

Cepek Papat, simbol perlindungan manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hayat. Pohon Asam Jawa, bermakna semangat muda dan kebahagiaan, Canting, sebagai pengingat bahwa Yogyakarta adalah Kota Batik Dunia, sedang Tugu Pal Putih melambangkan nilai Manunggaling Kawulo lan Gusti. Simbol Buku dan Pena, melambangkan Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan dan Pelajar

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, batik ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali industri batik local dan meningkatkan kesejahteraan para perajin dan produksi hingga distribusinya akan dikelola melalui Koperasi Merah Putih.

Filosofi Keseluruhan Segoro Amarto sendiri berasal dari filosofi Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta  yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun kota. Dengan regulasi yang mewajibkan pemakaian batik ini oleh ASN dan pelajar, motif  Segoro Amarto diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta sekaligus memperkuat posisi kota sebagai pusat batik dunia.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo dalam sebuah kesempatan menjelaskan, Koperasi Merah Putih akan menjadi garda depan dalam produksi dan pemasaran motif baru Batik Segoro Amarto.

Halaman Selanjutnya
img_title