Bayar Parkir di Kota Yogya Pakai QRIS

Bayar parkir di Yogya pakai QRIS
Sumber :
  • bing image creator

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogya resmi menerapkan sistem pembayaran non-tunai dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran parkir kendaraan di sejumlah titik strategis, mulai awal Juli 2025.

img_title Yogyakarta Raih Peringkat Pertama Nasional SPM Pendidikan 2026

Lokasi pembayaran parkir dengan QRIS dimulai dari Malioboro, kawasan Titik Nol Kilometer, dan area parkir sekitar Pasar Beringharjo, Jalan Diponegoro, Brigjend Katamso, Mataram, KH Ahmad Dahlan, serta Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati dan Ngabean

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendorong digitalisasi layanan publik sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan parkir.

img_title Pemkot Yogyakarta Tekankan Kedalaman Nilai Budaya dalam Program RKB

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa penerapan sistem pembayaran parkir menggunakan QRIS adalah langkah strategis untuk menjawab keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang tidak wajar atau dikenal dengan istilah nuthuk. Ia menegaskan:

“Ini juga menjawab masalah yang selama ini jadi keluhan warga, karena kadang masih ada parkir yang tarifnya nuthuk atau tidak wajar. Oleh karena itu kini kita mulai pembayarannya QRIS,” ujar Hasto.

img_title Jelajah Budaya Babad Siti Kemantren 2026: Menyusuri Penanda Keistimewaan Yogyakarta

Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan uang tunai demi keamanan dan kenyamanan, mencegah kebocoran pendapatan dari retribusi parkir, memberikan kemudahan bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Dengan penerapan QRIS, transaksi akan terekam secara digital sehingga mengurangi kemungkinan pungutan liar atau manipulasi tarif yang sering merugikan pengguna.

Untuk selanjutnya Pemerintah Kota Yogyakarta berencana memperluas penerapan sistem ini ke seluruh titik parkir resmi dalam beberapa bulan ke depan. Sosialisasi dan pelatihan bagi juru parkir juga terus dilakukan untuk mendukung kelancaran sistem baru ini.

Hasto juga meminta Dinas Perhubungan untuk menyiagakan petugas 24 jam di titik-titik parkir guna memastikan kelancaran operasional dan penanganan kendala sistem.

Selain memastikan dan meminimalisir tindakan juru parkir nakal/liar, pembayaran secara non tunai juga diharapkan akan mendorong masyarakat terbiasa dengan sistem pembayaran digital, sejalan dengan arah pembangunan Kota Cerdas (smart city), mendorong masyarakat dari berbagai kalangan untuk mulai mengenal layanan keuangan digital, yang pada akhirnya bisa membuka akses terhadap layanan keuangan lainnya, sekaligus ramah lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title