Serangan Siber Judi Daring Meningkat Pakar UGM: Kuncinya Perawatan Sistem

Waspadai serangan siber judi daring
Sumber :
  • Istimewa

 

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Maraknya serangan siber yang berkaitan dengan situs judi daring kembali menjadi sorotan. Laman-laman instansi pemerintah menjadi sasaran utama, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan keamanan sistem digital nasional.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat rata-rata 1,25 miliar anomali trafik internet per tahun, sebagian besar di antaranya terindikasi sebagai aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu sistem keamanan siber Indonesia. Menyikapi hal ini, BSSN bersama Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di berbagai instansi.

img_title Pemkot Yogya dan Diwa Foundation Bedah Rumah, Prioritaskan Hunian Layak bagi Disabilitas

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Ir Ridi Ferdiana menilai, serangan siber tersebut memiliki motif ekonomi yang kuat. “Serangan-serangan siber yang terkait dengan judi online memang didesain secara ekosistem untuk menyebarkan situs-situs ilegal. Selama ada suplai dan permintaan, proses ini akan terus berlangsung,” ujarnya, Rabu (27/08/2025).

Menurut Ridi, serangan siber harus dipahami dari tiga sudut pandang utama. Pertama, dari sisi evolusi sistem. Ia menekankan bahwa sistem digital bersifat dinamis—apa yang aman hari ini bisa menjadi rentan di masa depan. “Banyak sistem yang dikembangkan dan langsung dioperasikan, tetapi kemudian lupa dirawat. Padahal, proses iteratif dan inkremental dalam pengembangan sistem sangat penting,” jelasnya.

img_title Pemkot Yogya Tegaskan LPG 3 Kilogram Bersubsidi Hanya untuk Warga Kurang Mampu

Kedua, dari sudut pandang rekayasa perangkat lunak, aspek perawatan atau maintenance menjadi kunci utama. Ridi menyebut bahwa celah keamanan yang sebelumnya tidak terdeteksi bisa muncul seiring waktu, sehingga pembaruan sistem secara berkala mutlak diperlukan. “Perawatan sistem dapat mencegah pengambilalihan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah keamanan,” katanya.

Ketiga, ia menyoroti pentingnya penerapan standar secure code atau pengembangan kode secara aman. Menurutnya, ada trade-off antara keamanan dan kenyamanan pengguna yang harus dikelola dengan bijak. “Menyeimbangkan dua aspek ini adalah tantangan tersendiri dalam desain sistem,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ridi menegaskan bahwa komitmen untuk merawat sistem harus menjadi budaya di setiap instansi. Ia merinci tiga langkah utama dalam perawatan sistem: memperbarui platform agar lebih aman, menyesuaikan spesifikasi dan platform komputasi agar lebih nyaman, serta melakukan pembaruan sesuai perkembangan zaman. “Komitmen untuk merawat sistem adalah fondasi agar serangan siber bisa diminimalisir,” tutupnya.