Jejak Bakti PT Sucofindo : Sekar Dwi memimpin dengan hati
- Istimewa
VIVA Jogja - Di balik gemuruh aktivitas korporasi dan deretan angka di layar komputer, ada kisah tentang seorang pegawai BUMN yang memilih turun langsung ke tengah masyarakat, menyingsingkan lengan, dan memberikan hati dan pikirannya terlibat sepenuhnya.
Sekar Dwi Setyaningrum, pegawai PT SUCOFINDO (Persero) Cabang Semarang, bukan hanya menjalankan tugas sebagai relawan, tetapi memimpin dengan hati dalam program Bakti BUMN Batch VIII di Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan. Di antara anak-anak yang riang dan pelukan haru saat perpisahan, Sekar menemukan makna baru tentang kepemimpinan, pengabdian, dan cinta yang tak terukur oleh waktu melepas hamparan karst Rammang-Rammang yang memukau.
Memimpin tim relawan dalam program pengabdian masyarakat di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, keikutsertaan Sekar dalam program ini bukanlah kebetulan. Ia datang dengan latar belakang yang kuat dalam kegiatan sosial, kepemudaan, dan pendidikan.
Sejak masa kuliah, Sekar aktif di berbagai organisasi nasional seperti Forum Indonesia Muda, Inovator Nusantara, dan Great Indonesian Leaders Summit. Ia juga pernah menjadi dosen praktisi di Kemdiktisaintek RI, sebuah pengalaman yang memperkuat keyakinannya bahwa berbagi pengetahuan adalah bentuk kontribusi sosial yang nyata.
Program Relawan Bakti BUMN sendiri merupakan inisiatif Kementerian BUMN untuk mendorong keterlibatan pegawai BUMN dalam pengabdian langsung kepada masyarakat. Dalam Batch VIII ini, Desa Salenrang dipilih sebagai lokasi pengabdian karena letaknya yang strategis dan potensinya yang besar sebagai pintu gerbang wisata karst Rammang-Rammang sebuah kawasan batu kapur terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan Vietnam.
Selama beberapa minggu, Sekar bersama sembilan relawan dari berbagai BUMN seperti Nindya Karya, BNI, Taspen, KAI, dan Wijaya Karya menjalankan program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mereka mengajar di sekolah dasar dan menengah, memperbaiki fasilitas pendidikan, memberikan makanan bergizi, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga mendampingi UMKM lokal dalam pelatihan pemasaran dan pengemasan produk. Di sektor lingkungan, mereka memperbaiki akses wisata, menanam pohon produktif, dan mengedukasi warga tentang pengelolaan sampah.