Sucofindo Hadirkan Semangat Literasi di Banda Neira
- Istimewa
VIVA Jogja - Upaya menghadirkan cahaya ilmu ke pelosok negeri kembali diwujudkan melalui program Relawan Bakti BUMN Batch VIII. PT Sucofindo, lewat partisipasi relawannya Sekar Dwi Setyaningrum, terjun langsung ke Banda Neira untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat. Kehadiran ini menjadi bagian dari komitmen BUMN dalam pembangunan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
Program tersebut berjalan berkat kolaborasi dengan sejumlah komunitas dan lembaga sosial, di antaranya Life For Ummah, Golden Future Indonesia, Avatar Sula, dan Give Society. Melalui kerja sama ini, bantuan berupa buku bacaan dan bahan literasi berhasil disalurkan ke berbagai titik penerima manfaat di Banda Neira.
Sekar Dwi Setyaningrum, relawan Sucofindo yang terlibat dalam kegiatan ini memaparkan, kehadiran buku-buku baru diharapkan menjadi jendela ilmu bagi anak-anak dan masyarakat yang selama ini terbatas aksesnya terhadap sumber belajar.
Salah satu penerima manfaat adalah Perpustakaan Tepian Negeri Buya Hamka yang terletak di Desa Nusantara, Gunung Api Banda Neira. Perpustakaan yang hanya bisa dijangkau melalui jalur laut ini kini memiliki koleksi tambahan yang memperkaya bahan bacaan sekaligus menghidupkan kegiatan belajar bersama masyarakat sekitar. Dukungan juga diberikan kepada SD Kecil Sultan Syahrir di Pulau Syahrir, sebuah sekolah dasar dengan jumlah siswa terbatas namun semangat belajar yang tinggi. Buku-buku baru menjadi motivasi tambahan bagi guru dan murid untuk terus menumbuhkan minat baca sejak dini.
Tak ketinggalan, Komunitas Generasi Warna Warni Banda Neira turut menerima dukungan literasi. Komunitas anak muda ini aktif menggerakkan kegiatan sosial dan edukatif, dan dengan adanya tambahan bahan bacaan mereka kini dapat memperluas jangkauan literasi hingga ke pesisir dan pelosok pulau.
Sekar Dwi juga menyatakan bahwa literasi memiliki nilai transformasi besar bagi pembangunan daerah. Dengan moto pribadi “jadilah lilin di antara kegelapan dan jadilah terang untuk banyak orang,” ia percaya bahwa buku adalah jendela dunia yang membuka kesempatan belajar setara bagi anak-anak di pedalaman Maluku.
Melalui semangat “Hadir untuk Negeri,” PT Sucofindo berharap kontribusi ini mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak bersama membangun Indonesia. Literasi bukan sekadar akses membaca, melainkan pintu menuju perubahan sosial dan ekonomi yang lebih baik, bahkan di tepian negeri.