Lintas Komunitas Gelar Deklarasi “Jogja Aman” di Mapolda DIY
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ratusan warga dari berbagai komunitas di Yogyakarta mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) DIY beberapa waktu lalu. Kedatangan mereka yang tergabung dalam Satuan Tim Anti Kriminalitas (STAK) bertujuan menyampaikan aspirasi dan harapan kepada aparat kepolisian, menyusul rentetan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan beberapa waktu lalu.
Massa lintas komunitas tersebut terdiri dari kusir andong, pengemudi becak listrik, pedagang kaki lima, serta pelaku usaha pariwisata di kawasan Malioboro. Mereka diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Binmas Polda DIY, AKBP Kayuswan Tri Panungko, dan Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi.
Dalam pertemuan tersebut, para pegiat wisata menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap situasi keamanan di Yogyakarta. Mereka menilai bahwa stabilitas dan kenyamanan kota sangat berpengaruh terhadap kelangsungan mata pencaharian masyarakat, khususnya yang bergantung pada sektor pariwisata.
Ndoro Klenteng, salah satu pegiat wisata yang mewakili STAK, menyatakan bahwa pihaknya prihatin atas insiden kerusuhan yang terjadi belakangan ini. Ia menginisiasi pengumpulan komunitas untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
“Kami berempati terhadap kejadian tempo hari. Karena Yogyakarta adalah kota tujuan wisata, maka kenyamanan dan keamanannya harus menjadi prioritas bersama,” ujar Ndoro Klenteng.
Dalam kesempatan tersebut, STAK juga menggelar deklarasi “Jogja Aman” yang menitikberatkan pada penolakan terhadap aksi anarkisme dalam penyampaian aspirasi. Deklarasi ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk mengedepankan etika dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.
“Tugas kita bersama adalah menanamkan budaya unggah-ungguh kepada generasi muda. Tata krama adalah nilai penting agar insiden yang mengganggu ketenteraman tidak terulang,” tambahnya.
Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap lunturnya adat istiadat khas Yogyakarta di kalangan generasi muda. Menurutnya, pelestarian nilai-nilai budaya lokal menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial.
Sementara itu, AKBP Kayuswan Tri Panungko menyambut baik inisiatif masyarakat dalam menjaga ketertiban umum. Ia menegaskan bahwa peran aktif warga sangat dibutuhkan, mengingat keterbatasan jumlah personel kepolisian di wilayah DIY.
“Kami menyadari bahwa jumlah anggota Polri masih terbatas. Karena itu, dukungan dari masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan,” ujarnya.