Sekda Jateng: Permudah Akses Perizinan bagi Investasi
- VIVA Jogja/Stefy Thenu
Semarang, VIVA Jogja - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan agar pelayanan perizinan investasi di Jateng tidak dipersulit, melainkan dipermudah dan dipercepat.
Ia menilai, tugas aparatur bukan menjadi penghalang, melainkan pelayan yang memfasilitasi masuknya investasi. “Tanggung jawab kita adalah membuat perizinan lebih mudah dan cepat. Jangan sampai menjadi seperti portal atau preman yang justru mempersulit orang lewat,” tegasnya saat memberi sambutan pada Gala Dinner dan Investment Networking dalam rangkaian Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025, di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (4/11/2025) malam.
Menurut Sumarno, kemudahan berinvestasi merupakan wujud nyata dari pelayanan publik yang efektif. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah daerah turut aktif menciptakan iklim investasi yang ramah, karena setiap investor yang datang adalah peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau perlu, kita jemput bola. Kita bantu mereka, gelar karpet agar mereka nyaman menanamkan modal di Jawa Tengah,” ujarnya.
Sumarno juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa menarik investor bukanlah hal mudah, terlebih di tengah persaingan dengan daerah maupun negara lain. CJIBF 2025 sendiri berhasil menggaet 34 investor dengan total nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Seluruhnya telah menandatangani nota kesepahaman dan tengah membahas tindak lanjut bersama pemerintah daerah terkait.
Kegiatan tahunan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, dengan tema “Promoting Central Java's Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry.
Forum tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui optimalisasi potensi daerah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut menyampaikan bahwa investasi menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun, yang sebagian besar berasal dari penanaman modal asing (PMA).
“Topik utama tahun ini adalah menciptakan ekonomi terbarukan dan produk-produk terintegrasi. Kami berterima kasih atas kehadiran para investor, kepala daerah, serta perwakilan kedutaan besar Pakistan dan Zimbabwe yang turut mendukung kegiatan ini,” ujar Luthfi.