IDM Dorong UMKM Prambanan Naik Kelas Lewat Program Ambara Budaya

InJourney gelar program Ambara Budaya
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – InJourney Destination Management (IDM) menggelar program Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata, untuk memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Melalui perusahaan ini IDM berupaya memberdayakan pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan wisata modern sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi lokal.

img_title Sleman Mantapkan Langkah Menuju Kota Kreatif UNESCO Bidang Film

Sebanyak seratus pelaku UMKM dari wilayah sekitar Prambanan mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Kecamatan Prambanan di Klaten, Jawa Tengah, Desa Bokoharjo dan Sambirejo di Sleman, Yogyakarta, serta Desa Tamanmartani di Kecamatan Kalasan. Produk yang digeluti pun beragam, mulai dari kuliner tradisional, fesyen berbasis batik ecoprint dan shibori, hingga jasa wisata dan layanan kreatif seperti salon maupun bengkel.

General Manager Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan sosial yang telah dilakukan IDM. Menurutnya, warga sekitar tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi aktor utama dalam aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan kapasitas yang lebih baik, mereka diharapkan mampu mendukung terwujudnya pariwisata berkualitas di kawasan Prambanan.

img_title ISI Yogyakarta Gelar Pesta Rakyat Dies Natalis ke-42, Meleburkan Eksklusivitas Kampus Lewat Seni dan UMKM

Sementara itu, Sustainability Division Head IDM, Ismiyati, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pilar ekonomi Cipta Ambara Budaya. Fokusnya adalah pemberdayaan UMKM di kawasan warisan budaya dunia agar mampu bersaing sekaligus menjaga identitas lokal. Ia menambahkan, dampak kegiatan ini akan dinilai menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) sehingga manfaatnya benar-benar terukur dan dirasakan masyarakat.

Materi yang diberikan kepada peserta mencakup pengenalan legalitas usaha, kesadaran pasar, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Para pelaku usaha didorong untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pintu masuk legalitas, sekaligus mempermudah akses sertifikasi seperti PIRT dan halal. Selain itu, mereka juga dilatih membuat foto produk sederhana dan mengolahnya dengan aplikasi berbasis AI agar tampil lebih menarik di media sosial. Kemasan dan visual yang baik diyakini akan meningkatkan daya jual produk serta memperluas jangkauan pasar.

img_title Hadirkan Dancer Asal Jepang, Grand Final POTEK Dance 2026 Siap Digelar di Candi Prambanan

Kepala Desa Bokoharjo menyambut positif langkah ini. Ia menilai masyarakat yang tinggal di kawasan ring satu Candi Prambanan memiliki peran strategis dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas, memperkuat kualitas produk, dan memberi kontribusi nyata bagi ekosistem pariwisata Prambanan.

Halaman Selanjutnya
img_title