Kota Yogya Berangkatkan 4 KK Transmigrasi ke Poso

Walikota Yogya dan calon transmigran ke Poso
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Empat kepala keluarga asal Kota Yogyakarta resmi mengikuti program transmigrasi ke Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Desember 2025. Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh, termasuk bantuan uang saku senilai Rp13 juta per keluarga, serta pelatihan keterampilan dan pembinaan mental sebelum keberangkatan.

img_title Wagub DIY dan Kapolda Baru Sepakat Selaraskan Penanganan Dinamika Sosial

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam acara pamitan calon transmigran di Balai Kota. Hasto menyampaikan apresiasi atas tekad warganya untuk “hijrah” dan merintis kehidupan baru. “Kita tidak boleh terus berada di zona nyaman. Transmigrasi adalah kesempatan untuk move on dan mengubah nasib,” ujarnya.

Hasto berpesan agar para transmigran tekun, sabar, dan telaten dalam membangun kehidupan di lokasi baru. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang, termasuk menyiapkan sumber penghasilan pasif. “Passive income itu penting, misalnya dari ternak atau usaha perkebunan, sehingga ketika tenaga sudah berkurang, hasil tetap mengalir,” katanya.

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Ditambahkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, menjelaskan bahwa empat keluarga dengan total 12 jiwa akan menempati rumah tipe 36 dan lahan pertanian seluas dua hektare. Mereka juga akan mendapat akses air bersih dari PAM. Sebelum berangkat, calon transmigran mengikuti pelatihan pertanian dan pembinaan mental.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erna Nur Setyaningsih, menambahkan bahwa keberangkatan dilakukan bersama 15 keluarga dari DIY pada 17–20 Desember 2025. “Kami sudah menandatangani MoU dengan daerah tujuan dan akan melakukan monitoring bersama UPT setempat,” jelasnya.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Warga Ajukan Beasiswa JPD PT, Kuota Masih Tersedia

Harapan Warga

Salah satu calon transmigran, Lingga Perwira Sakti, mengaku termotivasi mengikuti program ini karena ingin memperbaiki kehidupan keluarganya. Selama di Yogyakarta, ia bekerja serabutan sebagai buruh harian. “Lapangan kerja di Yogya sempit. Dengan transmigrasi, saya berharap bisa lebih mandiri. Pemerintah sudah memfasilitasi dengan baik, bahkan kami sempat meninjau lokasi terlebih dahulu,” ungkap warga Keparakan itu.

Lingga menilai fasilitas di Torire cukup memadai, dengan komoditas unggulan seperti kopi, durian, dan kakao. “Rencana saya menanam kopi sebagai tanaman tahunan, sekaligus sayuran untuk kebutuhan harian,” tambahnya.