Sekda DIY Ajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Doa dan Solidaritas
- Dok jogja.viva.co.id
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat. Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengingatkan bahwa malam tahun baru sebaiknya tidak hanya dimaknai sebagai pesta euforia, melainkan sebagai ruang refleksi dan penataan harapan. Ia mengajak warga untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bermakna, tertib, aman, dan penuh empati.
Dalam pesannya, Ni Made menekankan pentingnya solidaritas terhadap saudara-saudara di berbagai daerah yang tengah tertimpa bencana alam. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang tahun 2025 terjadi lebih dari 3.200 kejadian bencana di Indonesia, dengan banjir dan tanah longsor sebagai kasus terbanyak. Di DIY sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan 187 kejadian bencana hingga Desember 2025, termasuk banjir di Bantul dan longsor di Kulon Progo. “Mengubah euforia perayaan menjadi lantunan doa dan aksi nyata untuk saling membantu adalah wujud kedewasaan kita sebagai warga Jogja,” ujarnya.
Selain faktor bencana, imbauan ini juga mempertimbangkan lonjakan wisatawan yang berpotensi menimbulkan keramaian berlebih. Dinas Pariwisata DIY mencatat jumlah kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026 mencapai 1,56 juta orang, dengan kawasan Malioboro menjadi titik paling padat dan diperkirakan menampung lebih dari 1 juta pengunjung dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemacetan, sampah, dan potensi gangguan keamanan jika perayaan dilakukan dengan pesta kembang api atau petasan.
Pemda DIY memastikan tidak ada perayaan terpusat di kota maupun kabupaten. Perayaan diserahkan kepada masyarakat dengan prinsip bijak merayakan. “Ngarsa Dalem tidak melarang masyarakat merayakan, tetapi dilakukan dengan cara yang tidak berlebihan,” jelas Ni Made. Ia menambahkan, suara bising petasan sebaiknya diganti dengan lantunan doa, sementara pesta kembang api diganti dengan aksi solidaritas nyata bagi mereka yang sedang berduka.
Sekda DIY menutup pesannya dengan harapan agar tahun 2026 menjadi tahun yang penuh perlindungan, solidaritas, dan kedamaian. “DIY tetap menjadi rumah yang nyaman dan penuh solidaritas, serta Indonesia semakin tangguh dan damai,” pungkasnya.