UGM Lestarikan Plasma Nutfah Sapi Jawa Lewat Smart Farming dan Kolaborasi Internasional
- Istimewa
Keberhasilan program ini turut ditunjang oleh dukungan pemerintah setempat. Menurut Agung, sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemberdayaan berkelanjutan. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FKH UGM, Prof Dr drh Aris Haryanto, menambahkan bahwa program tahun ini melibatkan kolaborator internasional dari Jepang dan Malaysia. “Tahun ini agak lebih khas karena kami melibatkan mitra dari Yamaguchi University, Universiti Malaysia Sabah, dan Universiti Putra Malaysia. Bersama-sama kami turun langsung ke kelompok ternak untuk mendukung pengembangan peternakan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Selain memberi manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dari jenjang sarjana hingga doktoral. Mereka dilibatkan secara langsung agar memahami permasalahan peternak dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. “Mahasiswa membutuhkan pengalaman langsung di lapangan. Dengan terjun ke masyarakat, mereka dapat melihat persoalan yang dihadapi peternak sekaligus belajar mencari solusi yang tepat,” jelas Aris.
Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi mengenai manajemen reproduksi sapi potong, pemanfaatan antimikroba herbal, serta skrining penyakit bakterial dan viral. Materi disampaikan oleh tim dosen FKH UGM, termasuk Prof. Agung Budiyanto, Apt. Ida Fitriana, S.Farm., M.Sc., Ph.D., dan drh. Okti Herawati, M.Sc. Selain itu, tim memberikan pelatihan pembuatan complete feed berbasis hijauan dan bahan lokal melalui metode silase, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pakan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian secara optimal.
Inovasi lain yang diterapkan adalah sistem pencatatan digital berbasis QR Code untuk mendokumentasikan data kesehatan dan reproduksi setiap sapi. Sistem ini memungkinkan peternak melakukan pemantauan ternak secara akurat dan terstruktur. Sebagai bagian dari peningkatan kesehatan ternak, dilakukan pula pemeriksaan darah lengkap dan analisis sampel feses. Hasil pemeriksaan menjadi dasar pemberian vitamin, obat cacing, suplemen, serta pemanfaatan bahan herbal untuk mendukung kesehatan sapi.
Dengan dukungan teknologi, kolaborasi internasional, serta keterlibatan aktif masyarakat, program pelestarian plasma nutfah sapi PO yang digagas UGM diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sapi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan kearifan lokal untuk menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.