Mahasiswa KKN Perkuat Program Kampung Tematik Yogyakarta
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama sejumlah perguruan tinggi melepas sekaligus menarik ratusan mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai kampung di Kota Yogyakarta. Program pengabdian masyarakat ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berbasis komunitas, khususnya pengembangan Kampung Tematik yang menjadi salah satu prioritas Pemkot Yogyakarta.
Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan secara kolaboratif. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga perguruan tinggi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN. “Program KKN memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta inovasi yang dimiliki dalam menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat,” ujarnya saat pelepasan dan penarikan mahasiswa KKN di Kota Yogyakarta, Jumat (28/8).
Agus menambahkan bahwa Pemkot Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program One Village One Sister University, yang diarahkan untuk mendukung pengembangan kampung tematik. Tema-tema KKN yang diangkat diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas permukiman, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pengembangan potensi sosial ekonomi. Ia menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi dan mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Kota Yogyakarta, dengan harapan program ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan menuntaskan permasalahan perkotaan secara inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menjelaskan bahwa pelepasan dan penarikan mahasiswa KKN tahun ini melibatkan lima perguruan tinggi di DIY. Sebanyak 357 mahasiswa berasal dari Universitas Islam Indonesia, 91 mahasiswa dari Universitas Proklamasi 45, 150 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 76 mahasiswa dari Universitas Aisyiah Yogyakarta, serta 10 mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya. Mereka ditempatkan di berbagai kampung sesuai tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemkot Yogyakarta mengusung sepuluh tema besar dalam program Kampung Tematik, di antaranya tematik sungai, kampung Inggris, pengolahan sampah berbasis kelurahan, pembinaan wirausaha mandiri melalui Warung Milik Rakyat (Wamira), pendampingan kelompok rentan, kesehatan jiwa masyarakat, pengembangan ruang terbuka hijau publik (RTHP), sekolah lansia, jam belajar masyarakat, serta program warga negara asing mengajar. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia, misalnya, melaksanakan KKN di Kemantren Umbulharjo dengan tema sekolah lansia, olah sampah, jam belajar masyarakat, Wamira, pemanfaatan RTHP, kesehatan jiwa, dan pendampingan kelompok rentan.