UMY dan Kadin DIY Kolaborasi Hilirisasi Inovasi Riset

UMY-Kadin DIY hilirisasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa
Sumber :
  • Humas UMY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar audiensi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DI Yogyakarta, sebagai uapaya hilirisasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Sebagai salah satu perguruan tinggi persyarikatan Muhammadiyah, UMY berkomitmen tidak hanya mengembangkan riset, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi yang dihasilkan.

Kesepakatan kerja sama yang dicapai meliputi riset kolaboratif serta pengembangan produk hasil riset dosen dan mahasiswa UMY.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Direktur Inovasi dan Hilirisasi UMY Dr Ir Novi Caroko menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut, UMY membawa portofolio berisi 243 paten hasil inovasi. Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah alat deteksi darah nifas pada ibu melahirkan.

Produk tersebut merupakan hasil inovasi dari penelitian dosen Magister Keperawatan UMY, Dr Elsye Maria Rosa. “Alat deteksi darah nifas ini sudah diproduksi oleh industri alat kesehatan dan menjadi satu-satunya inovasi sejenis di Indonesia yang dikembangkan oleh dosen UMY,” ujar Caroko, Selasa (13/05/2025), di Gedung Dasron Hamid Research and Innovation Center, kampus terpadu UMY.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Caroko menambahkan bahwa Kadin DIY siap mendukung dan memfasilitasi diskusi langsung antara dosen UMY dengan pelaku industri, khususnya dalam proses hilirisasi produk paten agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kerja sama ini akan mempererat hubungan antara dosen UMY sebagai inovator dengan dunia industri di bidangnya masing-masing. Dengan demikian, produk paten tidak hanya berhenti pada sertifikat, tetapi dapat digunakan secara nyata di industri, khususnya di Yogyakarta, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Langkah konkret ini juga menjadi upaya UMY mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri, sehingga mereka memperoleh gambaran nyata tentang dunia kerja dan dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran secara langsung untuk memberikan manfaat bagi umat.

“Dengan adanya kesepahaman ini, kami berharap hasil audiensi dapat segera ditindaklanjuti. Produk paten UMY diharapkan dapat berkontribusi memajukan industri di Yogyakarta. Kami juga berharap peluang kerja sama ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh dosen dan mahasiswa UMY untuk melahirkan inovasi-inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat,” tutup Caroko.