Sigantara: Inovasi Geospasial Digital dari Mahasiswa KKN UGM

Platform web dirancang untuk tata kelola aset desa
Sumber :
  • Humas UGM

 

img_title UGM Dorong Kedaulatan Pangan Lewat Inovasi Agrivoltaic

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Sigantara, Sistem Informasi Geospasial Nusantara, sebuah platform web yang dirancang untuk mendukung tata kelola aset desa secara transparan dan partisipatif, karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi solusi di tengah maraknya alih fungsi lahan ilegal dan penelantaran aset tanah yang merugikan secara finansial dan ekologis.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), mereka mengembangkan Platform yang lahir dari keprihatinan terhadap minimnya akses publik terhadap data spasial desa, yang kerap menjadi celah dalam pengelolaan lahan. Dengan pendekatan berbasis geospasial, Sigantara menawarkan sistem informasi yang dapat diakses oleh masyarakat sekaligus dikelola secara mandiri oleh pemerintah kalurahan.

img_title Tabalong dan Yogyakarta Perkuat Sinergi Tata Kelola Pemerintahan dan Pariwisata

“Kami ingin Sigantara menjadi alat bantu yang nyata bagi kelurahan dalam mengelola aset geospasial mereka. Transparansi adalah kunci, dan kami percaya publik berhak tahu bagaimana tanah mereka digunakan,” ujar Brandon, Ketua Unit KKN YO-007 UGM.

Visualisasi Data Spasial yang Mudah Diakses

img_title UGM, Bio Farma, dan Sinovac Perkuat Kolaborasi Riset Vaksin untuk Indonesia

Sigantara dapat diakses melalui laman https://sigantara.vercel.app, dan saat ini telah menampilkan peta wilayah Kalurahan Trimulyo, Sleman. Di dalamnya, pengguna dapat melihat batas wilayah, zonasi penggunaan lahan, serta berbagai informasi spasial lainnya dalam tampilan interaktif.

Tak hanya peta, Sigantara juga menyajikan data dalam bentuk statistik visual seperti diagram lingkaran dan batang. Fitur ini memudahkan masyarakat awam memahami informasi penting, seperti distribusi UMKM per dukuh atau jumlah fasilitas kesehatan di tiap wilayah.

“Kami menyusun data agar bisa dibaca oleh semua kalangan. Visualisasi ini penting agar masyarakat bisa ikut menganalisis dan berpartisipasi dalam pembangunan,” tambah Brandon.

Tim KKN UGM berhasil mengumpulkan dan memetakan berbagai data spasial penting, mulai dari aset tanah hingga potensi ekonomi lokal. Digitalisasi ini menjadi langkah awal menuju tata kelola desa yang lebih akuntabel, efisien, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar proyek KKN, Sigantara dirancang sebagai platform jangka panjang yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan tim KKN berikutnya. Dengan pengembangan berkelanjutan, Sigantara berpotensi menjadi alat strategis dalam perencanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian aset desa.

Halaman Selanjutnya
img_title