UGM dan Kemenlu RI Dorong Kolaborasi Global untuk Riset Kutub
- Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam riset kawasan kutub. Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Indonesia in a Connected Tropical–Polar World” yang digelar di Gedung Pusat UGM. Perhelatan ini menghadirkan sejumlah diplomat, akademisi, dan peneliti yang menyoroti keterkaitan erat antara dinamika lingkungan di kawasan tropis dengan perubahan yang terjadi di Arktik dan Antarktika.
Rektor UGM, Ova Emilia, menekankan bahwa transformasi lingkungan di kawasan polar memiliki dampak langsung terhadap Indonesia, terutama dalam bentuk kenaikan muka air laut. “Jarak geografis tidak lagi menentukan relevansi strategis suatu kawasan. Indonesia harus berperan aktif, bukan sekadar menjadi penerima dampak perubahan iklim global,” ujarnya. Ia menambahkan, pembentukan pusat riset polar menjadi langkah strategis untuk memperkuat diplomasi sains sekaligus menjaga ketahanan nasional.
Penasihat Menteri Luar Negeri RI, Kamapradipta Isnomo, menegaskan kawasan kutub kini memiliki arti strategis yang semakin besar, baik dalam menjaga stabilitas iklim global maupun dalam percaturan geopolitik internasional. “Kawasan kutub bukan lagi wilayah yang jauh dari kepentingan kita. Ia memainkan peran sentral dalam iklim dan geopolitik dunia,” katanya. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui kolaborasi riset, diplomasi berbasis pengetahuan, dan jejaring internasional.
Mantan Duta Besar RI untuk Norwegia, Prof. Todung Mulya Lubis, menambahkan bahwa kawasan kutub adalah laboratorium multilateralisme modern, di mana sains, hukum internasional, dan diplomasi bekerja bersama. “Tidak ada satu negara pun yang bisa berdiri sendiri dalam menjaga keberlanjutan kawasan kutub. Komitmen bersama berbasis keadilan iklim adalah kunci,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, UGM secara resmi meluncurkan Tropical–Polar Interconnection Research Group. Kelompok riset ini menghimpun dosen dan peneliti dengan pengalaman ekspedisi di wilayah kutub serta kajian interkoneksi tropis–polar. Kehadirannya diharapkan memperkokoh basis pengetahuan nasional, mendorong kolaborasi lintas disiplin, dan menjadi model pengembangan kajian polar di perguruan tinggi Indonesia.
Dengan dukungan Kemenlu RI, UGM menegaskan komitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percakapan global mengenai kawasan kutub. Langkah ini tidak hanya memperluas diplomasi sains, tetapi juga memastikan perspektif negara tropis dan kepulauan seperti Indonesia terwakili secara adil dalam tata kelola iklim dan lingkungan dunia.