UGM Pertahankan Prestasi Global di Bidang Pertanian dan Kehutanan
- Dok UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan pencapaian membanggakan dalam pemeringkatan QS World University Ranking by Subject 2026. Bidang pertanian dan kehutanan berhasil bertahan di kelompok 151–200 dunia selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2023, UGM sempat berada di posisi 212 dunia, namun sejak 2024 hingga tahun ini konsisten berada di peringkat 171 dari 476 universitas global. Secara regional, UGM menempati posisi ke-35 di Asia, ke-6 di ASEAN, dan ke-2 di tingkat nasional.
Dekan Fakultas Pertanian, Prof Ir Jaka Widada, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dedikasi seluruh civitas akademika, termasuk dosen, peneliti, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta dukungan alumni. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas publikasi internasional, penyediaan skema hibah riset, klinik penulisan, dan insentif publikasi agar riset UGM semakin diakui dunia. Selain itu, penguatan jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kehadiran profesor tamu menjadi strategi penting dalam menjaga reputasi global.
Hal senada disampaikan oleh Fakultas Kehutanan melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir Dwiko Budi Permadi. Ia menilai peningkatan peringkat ini menunjukkan penguatan posisi UGM dalam lanskap akademik global, khususnya di klaster agro dan kehutanan. Dwiko menambahkan, untuk menembus 100 besar dunia, UGM perlu menyusun roadmap strategis yang mencakup pertanian, kehutanan, peternakan, dan teknologi pangan. Dengan tren peningkatan yang konsisten, UGM diyakini mampu memperbaiki posisi di tingkat internasional.
Data dari QS WUR menunjukkan adanya kenaikan skor pada indikator citations per paper dan international research paper. Skor citations per paper meningkat dari 66,5 pada 2023 menjadi 67,5 pada 2026, sementara skor international research paper melonjak dari 25,7 menjadi 40,5. Peningkatan ini menjadi bukti nyata bahwa riset UGM semakin banyak disitasi dan diakui oleh komunitas akademik global.
Jaka menegaskan bahwa fokus riset fakultas diarahkan pada isu strategis dunia, seperti ketahanan pangan, pertanian adaptif terhadap iklim, serta inovasi agroteknologi. Upaya ini tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dengan strategi yang terarah dan dukungan penuh dari seluruh elemen kampus, UGM optimistis dapat terus mengukir prestasi di panggung internasional.