Kampus Berkelanjutan Jadi Motor Perubahan Sosial
- Dok Pemda DIY
SLEMAN, VIVA Jogja - Konsep kampus berkelanjutan kini tidak lagi dipahami sebatas ruang hijau dengan pepohonan rindang, gedung hemat energi, atau pengelolaan sampah yang lebih baik. Makna sesungguhnya dari keberlanjutan terletak pada bagaimana kampus mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut ke dalam tata kelola, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembentukan kebiasaan ribuan mahasiswa yang kelak akan dibawa ke tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti pada ajang UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di Grha Sabha Pramana UGM. Sri Sultan menegaskan bahwa keberlanjutan harus menjadi bagian integral dari operasional kampus, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga akuntabilitas publik.
Forum yang mengusung tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance ini mempertemukan lebih dari 350 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ketua Panitia, Indra Wijaya Kusuma, menekankan bahwa digitalisasi menjadi jembatan penting agar upaya keberlanjutan di bidang lingkungan, energi, sampah, transportasi, pendidikan, dan tata kelola dapat berjalan efektif sekaligus terukur. Menurutnya, UI GreenMetric bukan sekadar ajang pemeringkatan, melainkan instrumen pembelajaran yang memungkinkan perguruan tinggi membandingkan praktik baik dan memperbaiki kinerja keberlanjutan.
Sri Sultan mengingatkan bahwa gagasan keberlanjutan bukanlah hal baru bagi Indonesia. Sejak lama, masyarakat Nusantara telah mengenal kearifan lokal seperti Subak di Bali, Sasi di Maluku, Tana’ Ulen di Kalimantan, Igya Ser Hanjop di Papua, Panglima Laot di Aceh, hingga Leuweung Larangan di tanah Sunda. Semua tradisi itu menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada aturan, kelembagaan, kepemimpinan, dan kesediaan menahan kepentingan jangka pendek demi keselamatan masa depan.
Dalam konteks perguruan tinggi, UI GreenMetric menjadi instrumen untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam indikator yang dapat diukur. Niat diwujudkan menjadi program, program dipantau melalui data, dan hasilnya dilihat dari perubahan perilaku. Digitalisasi memperkuat transparansi dan membantu seluruh unsur kampus bergerak dalam arah yang sama.