Riset UVB untuk Melon, Putri Raih IPK Sempurna di UGM

Putri Nabila Naziroh, mahasiswa Program Magister Fitopatologi Fakultas Pertanian UGM
Sumber :
  • Dok Humas UGM

SLEMAN, VIVA Jogja - Penyakit embun tepung atau powdery mildew pada tanaman melon telah lama menjadi momok bagi para petani. Jamur Podosphaera xanthii yang menjadi penyebabnya mudah menyebar dan sulit dikendalikan, sehingga sering kali berujung pada kegagalan panen. Upaya pengendalian dengan pestisida kimia memang banyak dilakukan, tetapi penggunaan berulang justru menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dari keresahan inilah, Putri Nabila Naziroh, mahasiswa Program Magister Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, memilih jalur penelitian yang berbeda. Ia meneliti pemanfaatan sinar ultraviolet B (UVB) sebagai alternatif pengendalian penyakit embun tepung yang lebih ramah lingkungan.

img_title UGM Hidupkan Semangat Tradisi Lewat Festival Karawitan dan Bazar Nusantara

Putri menjelaskan bahwa UVB merupakan bagian dari cahaya matahari yang sebenarnya sudah tersedia secara alami. Ide ini muncul karena ia ingin mencari solusi yang tidak hanya efektif bagi tanaman, tetapi juga aman bagi lingkungan. Meski terdengar sederhana, penelitian tersebut penuh tantangan. Putri mengaku sering mengalami kegagalan teknis karena metode ini masih tergolong baru dan belum banyak dikuasai. Namun, dukungan dari dosen pembimbing serta lingkungan pertemanan yang selalu memberi semangat membuatnya mampu bertahan. Ia percaya bahwa setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar, terutama ketika ada orang-orang yang terus mendukung di masa sulit.

Riset yang ia lakukan menjadi bagian dari tesis yang akhirnya mengantarkan Putri meraih gelar magister dengan IPK sempurna 4.00. Capaian ini diumumkan dalam wisuda pascasarjana UGM pada 22–23 April lalu di Grha Sabha Pramana. Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena rata-rata IPK dari 1.388 lulusan program magister periode itu hanya sekitar 3,75. Putri pun menjadi salah satu lulusan terbaik dengan pencapaian akademik yang luar biasa. Namun, ia menekankan bahwa IPK bukanlah tujuan utama. Baginya, yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

img_title Anak Pedagang Ikan Keliling Raih UKT Nol dan Resmi Jadi Mahasiswa Psikologi UGM

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Putri harus bolak-balik kampus dan melakukan penelitian hingga ke luar kota demi menyelesaikan risetnya. Proses panjang itu membentuk cara pandangnya terhadap tanggung jawab akademik. Ia belajar bahwa setiap pilihan harus diperjuangkan hingga tuntas. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa apa pun yang sudah dimulai harus diusahakan sampai selesai. Ia menegaskan bahwa pencapaian akademik hanyalah bonus dari kerja keras, sementara nilai sejati dari pendidikan adalah proses belajar itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
img_title