SD Negeri 4 Wates Kulonprogo Bangun Karakter Siswa Lewat Program BARAK RAJA
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja – Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Wates di Kabupaten Kulonprogo menghadirkan sebuah inovasi pendidikan karakter yang diberi nama “BARAK RAJA”, akronim dari Bangun Empati, Raih Kebersamaan, Atasi Resiko, dan Jalin Relasi. Program ini mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2025/2026 dan terbukti mampu menurunkan angka perundungan di sekolah. Kehadirannya menjadi jawaban atas tantangan sosial yang dihadapi sekolah yang berada di pusat Kota Wates, dengan latar belakang siswa yang beragam dari sisi sosial, budaya, maupun agama.
Kepala SD Negeri 4 Wates, Harni Astuti, menjelaskan bahwa lahirnya BARAK RAJA berawal dari evaluasi internal yang menemukan adanya kasus perundungan verbal, fisik, maupun sosial yang memengaruhi motivasi belajar siswa. Kondisi tersebut mendorong sekolah untuk mencari solusi yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan terintegrasi. BARAK RAJA kemudian dirancang sebagai komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Program ini dijalankan melalui berbagai langkah nyata. Pada aspek Bangun Empati, sekolah menggelar sosialisasi anti bullying, deklarasi cap tangan anti perundungan, seminar parenting, serta program “Orangtua Inspiratif” yang melibatkan wali murid berbagi pengalaman positif kepada siswa. Aspek Raih Kebersamaan diwujudkan dengan menghadirkan program “Teman Bicara”, ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan dan masalah yang dihadapi. Sementara pada aspek Atasi Resiko, sekolah menerapkan dialog restoratif yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam penyelesaian masalah secara kolaboratif. Aspek Jalin Relasi dijalankan melalui workshop guru inspiratif, jurnal karakter siswa berbasis Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta komunikasi intensif dengan orang tua untuk memantau perkembangan karakter anak.
Sejak diterapkan, BARAK RAJA mendapat respons positif dari siswa, guru, maupun orang tua. Suasana belajar menjadi lebih aman dan harmonis, siswa lebih berani berbicara, peduli terhadap teman, serta mampu menghargai perbedaan. Guru pun semakin responsif dalam menangani konflik dan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran sehari-hari. Program ini juga berdampak pada peningkatan kualitas keamanan sekolah, penguatan karakter peserta didik, serta capaian literasi dan numerasi.