Kiat Simpan Kripto Tanpa Terjebak FOMO

Nofie Iman Vidya Kemal
Sumber :
  • FEB UGM

Risiko Investasi

img_title DIY Dorong Akses Digital Terjangkau Lewat Kolaborasi Internasional

Nofie menyebutkan investasi kripto memiliki berbagai risiko seperti jenis investasi lainnya. Secara internal, risiko dapat muncul dari faktor psikologi, seperti FOMO, bias personal, atau rasa terlalu percaya diri, yang dapat berdampak pada keputusan investasi. Terdapat juga risiko likuiditas yang membuat kripto sulit dicairkan, serta risiko penipuan karena siapapun bisa menciptakan token baru tanpa jaminan fundamental yang jelas.

Sementara secara eksternal, risiko dapat berasal dari faktor sistemik, seperti pandemi Covid 19, krisis global, dan bencana alam. Selain itu, risiko geopolitik dan regulasi dari pemerintah negara masing-masing juga dapat menjadi penghalang, seperti China yang pernah beberapa kali melarang peredaran kripto. Serta risiko inflasi yang terkadang datang tanpa diduga-duga.

img_title Hadirkan Dancer Asal Jepang, Grand Final POTEK Dance 2026 Siap Digelar di Candi Prambanan

Terakhir, Nofie memberikan beberapa tips bagi mahasiswa yang tertarik untuk mulai terjun ke dunia kripto. Langkah pertama adalah memahami produk investasi yang dipilih. Kemudian, penting untuk memahami dan mengendalikan diri sendiri agar tidak terbawa arus FOMO atau bias dalam membuat keputusan investasi. Mahasiswa juga perlu memiliki keunggulan kompetitif, entah itu melalui wawasan teknis, jaringan yang kuat, atau pengalaman dalam komunitas serupa.

Dalam praktiknya, bisa dengan memulai dari hal yang sederhana. Langkah awal dengan mencoba scalping, lalu perlahan masuk ke trading, dan lanjutkan ke investasi jangka

img_title Kemiskinan DIY Menurun, Ketimpangan Masih Jadi Tantangan

panjang. Setelah merasa cukup percaya diri, mahasiswa bisa mencoba instrumen yang lebih kompleks seperti DeFi, staking, atau NFT.

“Ketika menjadi mahasiswa, kita punya kesempatan eksplorasi yang besar karena mungkin belum punya banyak tuntutan. Oleh karena itu, manfaatkan sebaik mungkin waktu, energi, dan fleksibilitas yang kita miliki, serta terus belajar dari kesalahan yang ada. Setiap orang punya jalannya masing-masing, jadi tidak harus selalu investasi di kripto semua,” pungkasnya.