Kiat Simpan Kripto Tanpa Terjebak FOMO

Nofie Iman Vidya Kemal
Sumber :
  • FEB UGM

Kripto memiliki beberapa aset yang cukup beragam, seperti Bitcoin (kripto pertama yang dikenalkan ke publik), altcoin atau alternative coin (Ethereum, Solana, Monero), stablecoin (kripto yang nilainya dipatok terhadap mata uang fiat), NFT (sertifikat digital atas aset unik), DeFi (Decentralized Finance), dan integrasi kripto dengan metaverse (kripto yang digunakan untuk transaksi di dunia virtual). Namun, Novi tidak menyarankan untuk berinvestasi di metaverse karena adopsinya belum begitu luas dan nilai gunanya belum jelas seperti aset-aset kripto lainnya.

img_title Meutya Hafid Dorong Transformasi Digital dan Kedaulatan AI Lewat Pusat Teknologi UGM-Indosat-NVIDIA

Cara Mendulang Kripto

Lantas bagaimana cara menghasilkan uang dari kripto? Nofie menjelaskan terdapat beberapa cara untuk menghasilkan uang dari kripto. Pertama adalah melakukan penampangan (mining) melalui proses verifikasi blockchain. Sayangnya, belakangan ini penambangan menjadi semakin tidak ekonomis karena tingginya biaya listrik dan meningkatnya persaingan dari perusahaan tambang besar.

img_title SMK Muhammadiyah Prambanan Terapkan SIKOMHATI.ID, Prof Puji Lestari Dorong Siswa Stop Bullying

Kedua adalah dengan trading dan scalping. Trading dilakukan dengan membeli kripto saat harga rendah dan menjualnya saat harga tinggi, sementara scalping dilakukan dengan melakukan trading cepat dengan margin kecil yang mengandalkan volume transaksi. Baik trading maupun scalping sama-sama membutuhkan analisis pasar dan disiplin yang tinggi.

Ketiga adalah staking atau menyimpan kripto dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh imbal hasil pasif. Keempat yaitu Yield DeFi (Decentralized Finance) yang mirip seperti bank digital, yaitu dengan meminjamkan kripto kepada orang lain dengan imbal balik return yang lebih tinggi. Namun, metode ini memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan staking.

img_title UGM dan Kementerian ESDM Bahas Ketahanan Energi, Nuklir Jadi Opsi

Kelima, yaitu mengikuti strategi Follow the Whale, yaitu mengikuti arah “Whale” atau investor besar seperti fund manager, hedge fund, investment bank, atau perusahaan besar. Keenam, yaitu arbitrase atau memanfaatkan selisih harga antar-exchange, yaitu membeli di exchange yang murah dan menjual di exchange yang mahal. Akan tetapi, karena harga bergerak sangat cepat, biasanya dalam melakukan arbitrase akan dibantu oleh bot atau script otomatis.

Ketujuh, yaitu berinvestasi di ICO (Initial Coin Offering) atau IDO (Initial Dex Offering). Membaca whitepaper, mengenali tim pengembang, dan memahami tujuan proyek sangat penting untuk menghindari jebakan proyek bodong. Kedelapan, NFT juga membuka peluang keuntungan melalui flipping atau jual beli NFT bernilai unik, terutama jika investor memiliki pemahaman pasar yang baik atau bahkan memiliki pengaruh besar di media sosial (influencer).

Halaman Selanjutnya
img_title