Suroloyo: Negeri di Atas Awan Menoreh

Puncak Suroloyo di pegunungan Menoreh
Sumber :
  • Dok Dinas Pariwisata Kulonprogo

VIVA Jogja - Di jantung Pegunungan Menoreh, tepatnya di Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo, berdiri sebuah titik yang kerap disebut sebagai takhta tertinggi kawasan ini: Puncak Suroloyo. Dengan ketinggian sekitar 981 meter di atas permukaan laut, tempat ini bukan sekadar puncak geografis, melainkan juga ruang pertemuan antara alam, budaya, dan spiritualitas.

img_title Ratusan Santri Meriahkan FASI XIII Rayon Nanggulan di Kulonprogo

Sejak lama, Suroloyo dikenal sebagai “negeri di atas awan”. Julukan itu bukan tanpa alasan. Saat pagi tiba, kabut tipis menyelimuti perbukitan, menciptakan ilusi seolah pengunjung berdiri di atas lautan awan. Begitu matahari perlahan menembus kabut, panorama Yogyakarta terbuka lebar: Candi Borobudur tampak anggun di kejauhan, dikelilingi hamparan hijau yang menenangkan. Pada hari cerah, siluet Merapi dan Merbabu di ufuk timur menambah kesan megah, seakan alam sedang mempertunjukkan panggungnya yang paling indah.

Perjalanan menuju puncak memang menantang. Ratusan anak tangga harus ditaklukkan sebelum sampai di gardu pandang. Namun setiap langkah terasa berharga, karena di atas sana udara pegunungan yang sejuk, semilir angin yang menenangkan, dan panorama 360 derajat menjadi hadiah yang tak tergantikan. Tak heran jika Suroloyo menjadi magnet bagi para pencinta matahari terbit, fotografer, maupun mereka yang sekadar mencari ketenangan.

img_title PLUT UMKM Kulonprogo Jadi Rumah Besar Ekonomi Rakyat

Namun Suroloyo bukan hanya tentang keindahan alam. Di balik pesonanya, tersimpan jejak spiritual yang kuat. Setiap malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa, kawasan ini ramai oleh masyarakat yang mengikuti prosesi Jamasan Pusaka. Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo—pusaka pemberian Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat—dibersihkan dalam ritual sakral yang penuh makna. Tradisi ini bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol keterhubungan manusia dengan alam dan spiritualitas. Suasana hening yang berubah menjadi sakral pada malam itu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik, memperlihatkan bagaimana masyarakat Kulonprogo menjaga harmoni antara tradisi dan kehidupan modern.

Suroloyo, dengan segala keindahan dan nilai yang dikandungnya, adalah perpaduan sempurna antara alam dan budaya. Di satu sisi, ia menawarkan panorama yang memukau, di sisi lain ia menyajikan kisah-kisah tentang sejarah, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat lereng Menoreh. Setiap sudutnya seakan menyimpan cerita, mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Lima Kalurahan di Kulonprogo Lunas PBB-P2, Realisasi Pajak Baru 71 Persen