Trail Run Kagama di Kawasan Wisata Gunung Merapi
- Humas UGM
VIVA Jogja - Komunitas Kagama Lari untuk Berbagi (KLUB) menggelar kegiatan Road to UGM Trail Run ke-lima pada 20-21 September 2025 di kawasan Gelora Hargobinangun, Kaliurang. Event ini sebagai bagian dari pemanasan menuju UGM Trail Run 2025, diadakan dua agenda utama, yakni Fun Run 5K dan konferensi pers peluncuran, pada Sabtu (05/07/2025) lalu di Wisma KAGAMA.
Menariknya, di tahun ini UGM Trail Run menyediakan menawarkan empat kategori utama, yakni 7K, 15K, 30K, dan 50K, sehingga akan lebih ramah untuk para pemula yang ingin mencoba.
UGM Trail Run 2025 hadir dengan konsep yang berbeda dari kegiatan lari pada umumnya. Tidak hanya menekankan pentingnya kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas latar belakang untuk membangun jejaring sosial, memperkuat solidaritas, serta mengusung nilai kepedulian terhadap sesama. “Lari itu gaya hidup. Bukan semata-mata untuk kesehatan tapi juga membangun jejaring dan networking,” ujar Dr Arie Sujito selaku Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni.
Semantara Ketua Panitia UGM Trail Run 2025Budi Rahyono menjelaskan, kegiatan ini didukung oleh komunitas alumni, pelari lokal, dan berbagai sponsor nasional, kegiatan ini mengusung semangat lari sambil berbagi. Komunitas alumni UGM yang tergabung dalam KLUB menyisihkan sebagian dana dari biaya pendaftaran peserta untuk disalurkan kepada mahasiswa UGM yang membutuhkan. “Konsep besarnya adalah bagaimana kami dan teman-teman alumni bisa migunani. Sebagian besar dari dana yang terkumpul melalui pendaftaran akan kami salurkan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Jadi, tidak hanya berlari, tetapi juga berbagi,” jelasnya.
Kegiatan UGM Trail Run 2025 tidak hanya mengedepankan olahraga dan kesehatan, tetapi juga mengusung misi sosial melalui program charity. Sebagian dari biaya pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa UGM yang membutuhkan. “Sebagian dari uang pendaftaran peserta akan kami kumpulkan dan alokasikan sebagai beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu, mahasiswa yang berada di luar skema pembiayaan reguler, seperti mahasiswa afirmasi yang tengah menyelesaikan tugas akhir namun kekurangan biaya,” ungkap Budi.