Jasmine Bawa Pulang Dua Medali Karate Internasional
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Prestasi membanggakan dipersembahkan atlet muda Daerah Istimewa Yogyakarta. Jasmine Ashadiya Gunarto, siswi kelas 5 SD Muhammadiyah Sapen 1 Yogyakarta, sukses meraih dua medali di ajang internasional Silent Knight International Karate 2026 yang digelar di Malaysia. Dalam kejuaraan tersebut, Jasmine berhasil meraih Juara 2 (Perunggu) pada nomor Kumite dan Juara 3 (Perak) pada nomor Kata, sebuah capaian yang tidak mudah mengingat ketatnya persaingan antar atlet dari berbagai negara.
Kejuaraan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Sri Lanka, India, dan Indonesia. Kompetisi berlangsung sengit sejak babak awal, termasuk di kelas yang diikuti Jasmine yang diisi sekitar 30 atlet dengan karakter dan gaya bertanding yang beragam. Meskipun masih berusia muda, Jasmine mampu menunjukkan performa yang konsisten dan penuh semangat. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal pada nomor kata dan menembus babak final pada nomor kumite.
Pertandingan final kumite menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam perjalanan Jasmine di turnamen tersebut. Ia harus menghadapi atlet tuan rumah dengan kualitas teknik yang seimbang. Pertandingan berlangsung ketat hingga skor imbang, sehingga keputusan akhir harus ditentukan oleh wasit. Dalam situasi tersebut, kemenangan akhirnya diberikan kepada lawan. Meski harus puas di posisi kedua, penampilan Jasmine mendapat apresiasi dari banyak pihak. Lawan tanding serta ofisial bahkan memberikan pelukan dan pengakuan atas kualitas teknik serta semangat juang yang ditunjukkan Jasmine sepanjang pertandingan. Rasa kecewa sempat terlihat ketika ia menitikkan air mata, namun hal tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat rutinitas latihan yang sangat disiplin dan terstruktur. Jasmine berlatih di Sandfish Karate Academy dengan intensitas tinggi, yakni hingga 11 kali dalam satu minggu. Sang ayah, Arjunadi menuturkan, setiap hari ia memulai aktivitas sejak dini hari dengan bangun pukul 04.00, kemudian berangkat latihan pukul 04.30 hingga pukul 07.00. Setelah itu, ia langsung melanjutkan kegiatan belajar di sekolah. Pada sore hari, Jasmine kembali menjalani latihan dari pukul 16.00 hingga 18.00. Waktu istirahat hanya ia dapatkan pada Minggu dan Rabu sore. Pola latihan yang padat ini turut didukung dengan pengaturan pola makan yang ketat, menjaga berat badan agar tetap sesuai dengan kelas kumite di bawah 40 kilogram, serta program pemulihan fisik seperti ice bath yang dilakukan secara rutin setiap bulan.