Angka Kematian Ibu dan Stunting Bikin Pemkab Jepara Pusing

Tim PKK Jepara dukung dan realisasikan program OTW Jepara Mulus
Sumber :
  • arif

 

Demi Diakui Unesco Jadi WBTB, Rangkul Bosnia dan Herzegovina Perjuangkan Ukiran Jepara

JEPARA, VIVAJogja–  Sejumlah permasalahan di Bumi Kartini selama 3 bulan terakhir, menjadi perhatian serius pihak Pemkab Jepara. Yakni tingkat kemiskinan, kematian ibu dan anak serta stunting yang masih tinggi.

Keprihatinan itu dirasakan Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat mengukuhkan Laila Saidah Witiarso Utomo sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jepara Masa Bakti 2025 - 2030.  Pengukuhan dilaksanakan di Pendapa R.A. Kartini pada Senin (24/3/2025).

Keceriaan Warga Jepara Pulang Kampung, Mudik Lebaran Gratis Tanpa Bingung

"Tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, 6,06 persen. Ini PR kita bersama, karena enam persen juga angka yang tinggi walaupun di Jawa Tengah termasuk yang terbaik dibandingkan di kabupaten lain," ujar Bupati Witiarso. 

Selain itu, Witiarso juga menginginkan TP PKK Jepara memperhatikan kesehatan ibu dan anak agar mendapat porsi perhatian lebih. Selanjutnya, pola makan sehat dan asi eksklusif agar ditingkatkan serta angka stunting untuk ditekan.

Witiarso Tancap Gas 100 Hari Kerja, Siap Ngantor di Balai Desa Bulan Depan

Pemkab Jepara berharap PKK turunkan angka stunting dan kematian ibu

Photo :
  • arif

 

 

"Tiga bulan ini cukup tinggi dalam kematian ibu dan anak. 3,28 persen atau sekitar 2.731 anak stunting. Kalau bisa turun separuhnya, kalau bisa ditekan habis tahun ini," pinta Witiarso.  

Bupati Witiarso juga menekankan sinkronisasi program kerja TP PKK Jepara dengan visi misi Pemkab Jepara. Yaitu Jepara Makmur, Unggul, Lestari dan Religius (MULUS).

"Izinkan saya menggarisbawahi komitmen untuk menjadikan Jepara MULUS yakni Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius. Program harus jadi solusi atas tantangan baik dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan," ucap Witiarso.