Gerobak Sapi Simbol Kebahagiaan Agraris
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
Filosofi ini mengajarkan bahwa hasil yang baik datang dari proses yang panjang dan penuh dedikasi dan kebersamaan.
Dalam tiap perjumaan gerobak sapi, kirab menunjukkan sikap saling mendukung, saling membantu dan merayakan identitas kolektif.
Selain selalu menarik perhatian, perpaduan antara gerobak dan sapi-sapi penariknya yang jumbo, menjadi sinyal tersendiri, betapa keharmonisan menjadi kunci, saat sang pengendara menyabetkan pecut ke arah sapi-sapinya sebagai perintah. Tanpa relasi yang kuat dengan sapi-sapi, pengendaranya pun tentu tak memiliki kuasa memerintah.
Dari relasi itulah, kemudian muncul ‘rasa’ cinta kepada hewan berpunuk dan tak jarang sapi yang secara umumnya adalah hewan peternakan, kian menjadi klangenan atau pet dan memperlakukannya bak keluarga.
Sapi yang tak hanya jinak, tapi juga tampak begitu akrab dengan pemiliknya, bukan hanya soal hubungan manusia dan hewan, tapi juga cerminan nilai-nilai lokal, gotong royong, rasa empati, dan penghargaan terhadap makhluk hidup. Relasi kebahagiaan antara seorang penggerobak dan sapinya.