Bukan Sekadar Makan Gratis, MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru di Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karanganyar kini tak hanya soal menyediakan makanan sehat, tetapi juga membawa dampak besar bagi perekonomian lokal.
Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG, Adhe Eliana, mengungkapkan hingga saat ini sudah berdiri 77 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah.
Sebagian dapur sudah beroperasi penuh, sementara lainnya masih dalam tahap pembangunan dan verifikasi.
Menariknya, setiap dapur mampu mempekerjakan 30 hingga 40 orang. Jika ditotal, hampir 3.000 warga Karanganyar kini terserap sebagai tenaga kerja berkat program tersebut.
“MBG bukan sekadar program makan sehat untuk masyarakat, tapi juga membuka peluang kerja baru. Ini langkah nyata untuk menekan angka pengangguran,” kata Adhe, pada VIVA Jogja, Senin (22/9/2025).
Selain menyerap tenaga kerja, MBG juga memberi berkah bagi sektor pertanian dan peternakan. Pasokan sayur, telur, hingga umbi-umbian diprioritaskan dari petani serta peternak lokal.
Kebijakan ini membuat hasil panen dan ternak warga terserap secara berkelanjutan, sehingga roda ekonomi desa ikut bergerak.
“Dengan pola ini, kita ingin petani lokal semakin sejahtera. Jadi manfaat MBG terasa ganda: masyarakat sehat, ekonomi desa hidup,” jelas Adhe.
Pemkab Karanganyar pun optimistis program MBG akan terus berkembang. Selain memenuhi kebutuhan gizi, program ini dianggap mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah jumlah dapur dan memperluas jangkauan program agar lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Dengan perkembangan tersebut, MBG di Karanganyar tak hanya hadir sebagai program sosial, tetapi juga mesin penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.