Ramadan 2026, Program Undian Umrah Digelar di Jaringan Usaha Lawu Group
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ramadan 2026 diwarnai munculnya pola promosi baru di sektor pariwisata dan kuliner. Di tengah meningkatnya tren program undian berhadiah selama bulan puasa, peluang menunaikan ibadah umrah kini diklaim dapat diakses melalui aktivitas wisata dan konsumsi harian.
Program tersebut dihadirkan lewat Ramadan Delights yang digulirkan The Lawu Group. Manajemen menilai program ini berada dalam kelompok terbatas promosi Ramadan di Indonesia yang mengintegrasikan sektor wisata, kuliner, dan perjalanan ibadah dalam satu rangkaian kegiatan.
Peluncuran program berlangsung di kawasan wisata Kampung Alit, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jumat (20/2/2026).
Menurut manajemen, skema undian dirancang sederhana agar dapat diikuti masyarakat luas tanpa hambatan administratif.
General Manager Lawu Group, Achmad Ridho, menyebut Ramadan Delights sebagai salah satu program promosi Ramadan berskala regional yang dinilai sejalan dengan tren nasional.
“Jika melihat pola promosi Ramadan secara nasional, program yang menggabungkan wisata, kuliner, dan hadiah umrah dalam satu ekosistem masih relatif terbatas. Karena itu, kami menilai program ini masuk dalam kelompok awal yang mencoba pendekatan tersebut,” ujar Ridho.
Ridho juga menilai dari sisi cakupan unit usaha, program ini termasuk yang cukup besar di kelasnya.
“Program ini kami jalankan serentak di seluruh jaringan usaha kami yang tersebar di lebih dari satu provinsi. Dari sisi jangkauan lokasi dan variasi unit, kami menilai skala ini cukup signifikan dibandingkan program sejenis,” katanya.
Menurut Ridho, pendekatan tersebut diambil agar peluang mengikuti undian tidak terpusat pada segmen tertentu.
“Kami ingin program ini inklusif. Dengan melibatkan seluruh unit usaha, kesempatan mengikuti undian terbuka lebih luas dan tidak hanya dinikmati pengunjung di satu titik,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai transaksi minimal Rp100.000 dipilih untuk menyesuaikan daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Kami mengklaim nominal ini relatif moderat dan masih sejalan dengan pola konsumsi Ramadan pada umumnya,” kata Ridho.
Manajemen juga menekankan bahwa sistem pengundian dirancang terbuka sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik.
“Transparansi menjadi perhatian utama kami. Karena itu, proses pengundian akan dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan,” ujarnya.