Arus Balik Gratis, 200 Perantau Karanganyar Kembali ke Jakarta Tanpa Ongkos

Bupati Rober lepas arus balik di Polres Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ratusan perantau asal Karanganyar kembali diberangkatkan ke Jakarta secara gratis melalui program arus balik yang difasilitasi kepolisian. 

img_title Golkar Karanganyar Bangun Mesin Politik Berbasis Data dan AI, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Pemberangkatan dilakukan dari Polres Karanganyar, menjadi solusi bagi warga yang kembali mencari rezeki di tengah tingginya biaya transportasi pasca-Lebaran.

Sedikitnya 200 peserta diberangkatkan menggunakan sejumlah armada bus yang telah disiapkan. 

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Suasana pelepasan dipenuhi rasa haru sekaligus semangat, saat para perantau kembali meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pekerjaan di ibu kota.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengapresiasi langkah kepolisian yang dinilai tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik, tetapi juga memberi perhatian serius pada arus balik masyarakat.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Menurutnya, program ini sangat membantu warga, khususnya para pekerja yang harus kembali beraktivitas dalam waktu cepat setelah libur Lebaran.

“Ini bentuk kepedulian nyata. Mereka kembali berjuang demi keluarga, dan harus kita dukung bersama,” ujarnya, Kamis (26/3/2026). 

Ia juga mendoakan seluruh peserta agar perjalanan berlangsung lancar serta diberikan kelancaran rezeki di perantauan. Harapannya, hasil kerja para perantau dapat turut memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah asal.

Program arus balik gratis ini disambut antusias oleh peserta. Selain mengurangi beban biaya yang biasanya melonjak saat musim Lebaran, keberangkatan bersama juga menghadirkan rasa aman dan kebersamaan.

Perwakilan peserta dari Paguyuban Pagar Anyar Karanganyar, Sudirman Dirjo, tak mampu menyembunyikan rasa haru saat melepas keberangkatan menuju Jakarta. 

Baginya, momen arus balik selalu menjadi bagian paling berat setelah merasakan hangatnya kebersamaan dengan keluarga di kampung halaman.

“Baru saja berkumpul, sekarang sudah harus kembali lagi. Ini yang paling berat,” ujarnya.

Namun di balik perasaan tersebut, ada tanggung jawab besar yang tak bisa ditunda. Ia dan ratusan perantau lainnya harus kembali ke ibu kota untuk melanjutkan pekerjaan demi menghidupi keluarga.

Menurutnya, program arus balik gratis ini bukan sekadar bantuan transportasi, tetapi juga bentuk perhatian yang membuat para perantau merasa tidak sendiri dalam perjuangan mereka.

“Kami sangat terbantu. Ini bukan hanya soal berangkat gratis, tapi juga rasa diperhatikan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title