Gerakan 1000 Rumah Tanam Cabai di Karanganyar, Target Tembus 1 Ton Panen

Senkom Gelorakan Menanam Cabai di halaman rumah
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Gerakan sederhana yang dimulai dari pekarangan rumah kini menjelma menjadi kekuatan ekonomi baru.

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar menggerakkan lebih dari seribu anggotanya untuk menanam cabai secara mandiri, dengan target produksi fantastis: satu ton dalam satu masa panen.

Program yang dimulai sejak 1 Januari 2026 itu tidak membutuhkan lahan luas. Cukup dengan 10 polybag per rumah, setiap anggota didorong menjadi produsen bagi kebutuhan sendiri, bahkan berpotensi menjual hasil panennya.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

“Kalau satu orang bisa menghasilkan satu kilogram saja, dengan 1.235 anggota, satu ton itu sangat mungkin tercapai,” ujar Ketua Senkom Karanganyar, Joko Sutrisno, Selasa (21/4/2026). 

Gerakan ini bukan sekadar soal bertanam, tetapi juga membangun kemandirian dari level paling dasar: keluarga. Dengan metode sederhana, anggota tetap bisa produktif tanpa meninggalkan aktivitas sehari-hari.

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Festival Panen Lombok yang digelar di halaman rumah dinas bupati, Selasa (21/4/2026), menjadi panggung pembuktian hasil gerakan tersebut. Berbagai hasil budidaya cabai dipamerkan, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

“Ini bukan hanya panen cabai, tapi panen kesadaran. Masyarakat mulai bergerak dari konsumtif menjadi produktif,” kata Joko.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyebut gerakan ini sebagai langkah strategis yang berpotensi mengubah kebiasaan masyarakat. Menurutnya, jika budaya menanam ini terus berkembang, ketergantungan pada pasar bisa ditekan.

“Kalau ini menjadi kebiasaan, masyarakat tidak hanya membeli, tapi juga menghasilkan. Ini kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.

Tak berhenti di cabai, Senkom juga menyiapkan pengembangan komoditas lain seperti tomat dan terong. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.

Dalam Festival Panen Lombok, semangat kompetisi juga ikut memacu kualitas hasil panen. Kecamatan Gondangrejo keluar sebagai juara pertama, disusul Karangpandan di posisi kedua dan Kerjo di peringkat ketiga. Sementara Mojogedang meraih juara harapan I.